PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Kolaborasi Pemkot Surabaya dan Universitas Katolik Widya Mandala Berdayakan UMKM

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kiri bersama Rektor UKWMS Kuncoro Foe usai penanda tanganan MoU

Surabaya,pustakalewi.com – Untuk mewujud nyatakan komitmen dalam berkontribusi bagi pegiat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di kota Surabaya, dibutuhkan kolaborasi yang erat. Maka itu, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya. Momen ini dikukuhkan dalam Penandatanganan MoU di Lobby Auditorium UKWMS Kampus Pakuwon City secara hybrid pada Senin (24/1). Penandatanganan dihadiri oleh Eri Cahyadi, S.T., M.T., Wali Kota Surabaya dan Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc., Ph.D., Apt., Rektor UKWMS.

Kolaborasi ini khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat berfokus pada peningkatan perekonomian UMKM, melalui pemberdayaan dan pengembangan UMKM dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis pada masa pandemi Covid-19. Sejauh ini UKWMS telah banyak mendampingi kegiatan UMKM, dimulai dari perintisan hingga pengembangan usaha secara meluas. Sebelumnya, UKWMS juga bekerja sangat dekat dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), serta Dinas Pendidikan Kota Surabaya.  

“Untuk membangun sebuah kota, bukan hanya pribadi sendiri tetapi kekuatan bersama. Kita tidak mungkin kita bisa berjalan sendiri, ada banyak relasi, rekan dan teman di luar jalur pemerintahan yang pasti memberikan banyak hal. Dan ketika UKWMS mendampingi puluhan maupun ratusan UMKM, saya ingin warga Surabaya tahu hal itu bahwa ini bukan kerja pemerintah kota sendiri, tetapi kehebatan kolaborasi semua pihak terutama UKWMS,” ungkap Eri.

Eri juga berharap nantinya akan ada mahasiswa UKWMS yang terjun langsung di kelurahan-kelurahan, membangun kota Surabaya. Senada dengan yang disampaikan Eri Cahyadi, Rektor UKWMS Kuncoro Foe menyambut baik momen ini dan berharap bisa segera terlaksana. “Jika bicara tentang UMKM, maka bisa meluas tergantung aspek yang akan dikembangkan. Dan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), maka ini semua bisa dimungkinkan, kita bisa mengemasnya dalam kurikulum untuk memenuhi capaian pembelajaran lulusan. Tentunya program ini akan segera dijalankan, lebih cepat lebih baik,” tutur Kuncoro.  

Total akan ada sepuluh program pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan yaitu motivasi bisnis UMKM, pelatihan-pelatihan produksi, pelatihan pemasaran/ekspor, desain produk dan packaging (branding), pelatihan fotografi dan videografi produk, pelatihan perhitungan keuntungan, strategi bisnis dengan melihat pangsa pasar, edukasi dan pendampingan terkait legalitas produk dan perizinan, strategi bisnis pengembangan produk baru, dan pelaksanaan program vaksinasi. info/red