PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

BPJAMSOSTEK Banyuwangi Kunjungi Dinas Pertanian dan Pangan

BPJamsostek Banyuwangi

Banyuwangi – BPJAMSOSTEK Cabang Banyuwangi semakin agresif menggarap kepesertaan dari sektor informal. Menyusul pekerja di kalangan nahdliyin, kali ini mereka mengunjungi Dinas Pertanian dan Pangan untuk menyasar pekerja dari sektor pertanian.

Menurut Kepala BPJAMSOSTEK Banyuwangi, Eneng Siti Hasanah, kunjungan kali ini dalam rangka Koordinasi Surat Edaran Kementrian Pertanian dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk pembahasan coverage koperasi pertanian dan kelompok tani di Banyuwangi. “Kami memang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, salah satunya dengan Dinas Pertanian dan Pangan,” ujarnya, Selasa (25/1/2022).

Pertemuan itu merupakan tindaklanjut terkait Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Nomor 39 Tahun 2021. Inpres ini berisi tentang Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Penyuluh Pertanian dan Pendamping Program Pertanian serta Surat Edaran Kementrian Pertanian dan Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tentang kewajiban kepesertaan aktif bagi seluruh anggota Koperasi Pertanian.

Dalam kunjungan tersebut, Eneng mendorong agar seluruh pekerja sektor pertanian di wilayah Banyuwangi bisa ikut mendapatkan perlindungan BPJAMSOSTEK dari resiko kecelakaan kerja dan kematian.

“Karena manfaat yang didapat dari keikutsertaan petani dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting, baik bagi petani itu sendiri maupun bagi anggota keluarga atau ahli waris,” ujarnya.

Dia mengingatkan, manfaat yang diterima itu bukan hanya santunan kecelakaan kerja dan kematian. Tapi ada juga manfaat tambahan berupa beasiswa untuk dua anak bagi petani yang sudah menjadi peserta aktif program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Eneng menghimbau kepada Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi agar para petani yang merupakan pekerja sektor Bukan Penerima Upah (BPU), untuk mendaftarkan diri sebagai peserta BPJAMSOSTEK.

Karena iuran yang dibayarkan sangat terjangkau, mulai dari Rp16.800 per bulan untuk perlindungan 2 program yang terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Peserta juga dapat mengikuti program Jaminan Hari Tua (JHT) dengan menambah iuran mulai dari Rp20.000 per bulannya.

Proses daftar dan bayar juga sangat mudah karena BPJamsostek telah menjalin kerjasama dengan Pos Indonesia sehingga seluruh prosesnya dapat dilakukan di kantor pos terdekat.

Dengan iuran yang sangat terjangkau tersebut, kata dia, manfaat perlindungan yang akan didapatkan mulai dari perawatan tanpa batas biaya, sesuai indikasi medis. Hingga sembuh bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja.

Selanjutnya bila dalam masa pemulihan, peserta tidak dapat bekerja untuk sementara waktu, BPJamsostek juga akan memberikan santunan Sementara Tidak Mampu Bekerja (STMB) sebesar 100% upah yang dilaporkan selama 12 bulan pertama dan 50% untuk bulan selanjutnya hingga sembuh.

Jika petani tersebut meninggal dunia karena kecelakaan kerja, ahli warisnya berhak mendapatkan santunan JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan. Sedangkan jika meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja maka santunan yang akan diterima adalah sebesar Rp42 juta.

Sementara hak beasiswa di berikan untuk 2 orang anak dari peserta yang meninggal dunia. Besaran beasiswa itu diberikan dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi maksimal sebesar Rp174 Juta. Info/red