PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Ini Makna Shio Macan dan Sejarah Lukisan Dewa Pintu Jelang Imlek

123 789x445 1

Surabaya – Tahun Macan Air dimulai saat Imlek, 1 Februari 2022. Shio Macan merupakan urutan ke 3 dari 12 Shio yang memiliki makna dan lambang spesial pada jaman Tiongkok kuno.

Macan berarti keagungan dan kekuasaan. Di Tiongkok kuno, raja binatang adalah macan yang sangat ditakuti. Pola di dahi macan asal karakter China (Wang) yang berarti penguasa (seperti arti macan).

Macan juga berarti pemberani dan tak kenal takut. Oleh karenanya digunakan sebagai lambang dan kekuatan tentara.

Lambang macan berarti berdoa untuk berkah dan terhindar dari roh jahat. Dalam legenda China, macan dipercaya dapat mengusir 3 bencana besar yakni api, pencurian, dan kejahatan.

Lukisan macan digantung di tembok dan menghadap ke pintu gerbang agar setan takut masuk. Di China, maskot, lencana, dan bendera berlambang macan menjadi simbol perlawanan terhadap musuh.

Berdasarkan astrologi China, setiap tahun berkaitan dengan satu dari 12 hewan (Tikus, Kerbau, Macan, Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing dan Babi).

Tahun 2022 merupakan Tahun Macan Air dipercaya sebagai tahun paling ekstrim. Setiap orang berdasarkan shio memiliki peruntungan tersendiri.

Ramalan shio dapat menentukan karakteristik seseorang. Banyak orang menggunakan shio untuk melihat kecocokannya dengan pasangan.

Shio Macan, tahun lahir: 1962, 1974, 1986, 1998, 2010, 2022.

Sejarah Dewa Pintu

Menjelang Imlek sering dijumpai tempelan lukisan Dewa Pintu di depan pintu rumah masyarakat China, karena dipercaya dapat mengusir hal jahat.

Sejarah dewa pintu ada tiga versi. Cerita pertama, dikisahkan Kaisar Li Shiming dari Dinasti Tang sering bermimpi tentang saudaranya bersekongkol dengan setan dan monster berencana membunuhnya.

Hal itu membuat Kaisar Li Shiming gelisah dan tak bisa tidur. Kaisar lantas memerintahkan jenderalnya Qin Shubao dan Yuchi Gong berjaga di depan pintu dengan senjata di tangannya.

Karena kurang tidur kedua jenderal jatuh sakit. Kaisar Li Shiming pun memerintahkan orang untuk menggambar kedua jenderalnya di kertas dan menempelkannya di pintu untuk menakuti setan dan monster.

Versi kedua, pada jaman dulu hiduplah dua bersaudara Shen Tu dan Yu Lei yang tinggal di Gunung Dushuo. Di sana tumbuh pohon persik yang rimbun.

Setiap pagi, mereka memeriksa seratus hantu/roh di bawah pohon persik. Jika ada roh jahat yang mengganggu dunia, mereka akan mengikat dan mengumpankannya ke harimau.

Versi ketiga, konon Raja Guang Chuan pernah melukiskan prajurit kuno bernama Chen Qing berpakaian pendek, celana besar dan pedang besar. Dipercaya inilah asal usul Dewa Pintu.

Pada Dinasti Tang, posisi Dewa Pintu digantikan Qin Shubao dan Yuchi Gong, versi pertama. (Sumber IG: @konjenchinabali)