PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Erick Thohir Kunjungi Wisata Kampung Pecinan Surabaya

erick Surabaya

Surabaya – Menteri Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia Erick Thohir sengaja mengunjungi Wisata Kampung Pecinan (WKP) Kapasan Dalam Surabaya.

Tepat jam 1 siang, Minggu (16/1/22), Erick Thohir masuk melalui Pintu Selamat Datang WKP dan disambut atraksi Barongsai Boen Bio, Dewa Rejeki serta pengurus kampung.

Erick mendapatkan baju khas tradisional Tionghoa lengkap dengan pecinya. Kemudian berjalan mengunjungi sentra kuliner dan mural. Erick mendatangi satu persatu lapak serta menyapa para pedagang makanan yang ada di sentra kuliner.

Erick menanyakan penjualan makanan melalui online yang dilakukan pedagang.

Setelah itu, ia menuju gerbang naga hijau yang terdapat kuliner vegetarian. Erick Thohir pun dengan ramah mengajak berfoto warga di sana.

Selanjutnya menuju panggung pertunjukkan musik tradisional China yang dibawakan grup musik Kemuning sembari menikmati hidangan khas Pecinan.

Namun sebelumnya, tampil atraksi barongsai yang membawa spanduk kecil bertuliskan WKP. Erick memasukkan angpou ke dalam mulut barongsai.

Ketua RW 8 Kapasan Dalam, Djaya Soetjianto dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kedatangan Menteri BUMN Erick Thohir yang menjadi kebanggaan kampung Kapasan Dalam.

Djaya meminta Kampung Pecinan Kapasan Dalam bisa berkembang menjadi Kampung Wisata Budaya yang dikenal luas masyarakat Indonesia dan mancanegara.

“Kami berharap kelak banyak wisatawan yang datang mengenal budaya Pecinan telah ada sejak abad 19 di kampung ini,” ucap Djaya.

Erick Thohir dalam sambutannya menerangkan terkait industri pariwisata yang sangat potensial. Sebelum pandemi Covid-19 pada industri pariwisata tercatat 72% turis domestik dan 28% turis asing. Situasi Covid-19 mendorong ekonomi digital, ujarnya.

Erick menyatakan pihaknya tengah menggabungkan semua pariwisata yang ada dibawah naungan Kementerian BUMN, dalam sebuah ekosistem yang disebut Super-apps.

“Tujuannya untuk membangun ekosistem yang memprioritaskan pembangunan infrastruktur wisata lokal. Karena saat ini adalah kesempatan kita bangkit dan fokus pada pariwisata lokal. Namun tetap menjaga wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Erick menilai Wisata Kampung Pecinan sudah bagus, memiliki heritage, sejarah, budaya dan kuliner khas Tionghoa. Ia meminta warga terus rukun dan mengembangkan rumah-rumah yang menjadi bagian sejarah untuk wisata.

“Untuk pengembangan, sekarang tinggal bagaimana mengintegrasikannya dengan kawasan wisata Surabaya lainnya. Karena untuk maju, kita harus rukun,” pinta Erick.

Pada akhir sambutan, Erick berpesan kepada generasi muda agar mengantisipasi perubahan digital, karena ada pekerjaan yang tumbuh dan hilang. Demikian pula usaha yang berkembang dan menghilang. “Pariwisata tidak akan hilang asal kekuatan budaya dijaga,” pungkasnya.info/red