PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Makin Memprihatinkan, Filipina Melarang Pernikahan Anak

Ilustrasi anak nikah
Ilustrasi pernikahan usia dini.

Surabaya – Pernikahan anak menjadi ilegal di Filipina pada Kamis (6/1/2022). Undang-undang yang baru berlaku menetapkan sanksi hukuman penjara hingga 12 tahun untuk menikah atau hidup bersama dengan siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun

Seperti dilaporkan AFP, undang-undang melarang yang praktik pernikahan anak mulai berlaku di negara, tempat satu dari enam anak perempuan menikah sebelum usia 18 tahun.

Negara miskin di Asia Tenggara ini memiliki jumlah pernikahan anak tertinggi ke-12 di dunia, menurut kelompok hak asasi yang berbasis di Inggris, Plan International, dengan praktik budaya yang telah lama dipegang dan ketidaksetaraan gender menghambat perubahan.

Tetapi undang-undang baru, yang ditandatangani oleh Presiden Rodrigo Duterte dan dirilis ke publik pada hari Kamis, menetapkan hukuman penjara hingga 12 tahun untuk menikah atau hidup bersama dengan siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun.

Orang yang mengatur atau melangsungkan serikat di bawah umur juga menghadapi hukuman yang sama.

“Negara memandang pernikahan anak sebagai praktik yang merupakan pelecehan anak karena merendahkan, merendahkan, dan merendahkan nilai intrinsik dan martabat anak-anak,” kata undang-undang tersebut.

Pemerintah mengatakan undang-undang tersebut konsisten dengan konvensi internasional tentang hak-hak perempuan dan anak-anak.

Namun, beberapa bagian dari undang-undang tersebut telah ditangguhkan selama satu tahun untuk memungkinkan masa transisi bagi Muslim dan masyarakat adat di mana pernikahan anak relatif umum.

Satu laporan tahun lalu oleh Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menyatakan lebih dari setengah miliar anak perempuan dan perempuan di seluruh dunia menikah di masa kanak-kanak, dengan tingkat tertinggi ditemukan di Afrika sub-Sahara dan Asia Selatan.

Tetapi data terbaru menunjukkan bahwa praktik tersebut umumnya menurun secara rata-rata di seluruh dunia. info/red