PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Rektor Ukrida: Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Bermanfaat bagi Dosen dan Mahasiswa

rektor ukrida zoom 1

Surabaya – Di penghujung akhir tahun 2021 Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) mendapatkan dana hibah dari Kemendikbudristek dan dipakai untuk untuk penelitian dan pengabdian masyarakat bagi perguruan tinggi swasta.

Rektor Ukrida Wani Devita Gunardi mengatakan bantuan pendanaan program penelitian kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa maupun dosen. Tak terkecuali masyarakat yang menjadi target dari pendanaan hibah yang diusulkan Ukrida.

“Saya mengapresiasi topik-topik yang diusulkan masing-masing tim penelitian maupun pengabdian masyarakat dirancang sangat menarik dan relevan dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM),” kata Rektor Wani Devita Gunardi pada seminar hasil bantuan pendanaan program penelitian kebijakan MBKM secara hybrid sebagaimana keterangannya kepada Beritasatu.com, Jumat (31/12/2021).

Pada kesempatan tersebut Dr Lidia Sandra dari tim penelitian 1 memaparkan hasil riset mereka. Tim ini menitik beratkan pada faktor determinan partisipasi mahasiswa dalam program MBKM, antara lain pengaruh sosial, kondisi pendukung, keputusan pemerintah, rekognisi, insentif keuangan, utilitas, serta kemudahan.

Berdasarkan survei terhadap 745 partisipan, tim menemukan di luar dari keputusan pemerintah, ternyata pengaruh sosial memiliki peran sangat penting terhadap partisipasi program MBKM

Dari riset yang dilakukan Lidia dan tim menunjukkan pengetahuan manfaat dan ketertarikan mahasiswa terhadap program MBKM sangat tinggi sekitar 81,6%.

Begitu juga tingkat kepuasan pelaksanaan program MBKM mencapai 84,78% bagi dosen dan 71,74% bagi mahasiswa.

“Apabila program yang dilakukan bermanfaat maka partisipasi akan meningkat dan kepuasan juga akan meningkat, begitu juga sebaliknya,” ucap dia.

Lidia Sandra dan tim juga melakukan analisis sentimen terhadap seluruh mahasiswa di Indonesia, melalui Twitter.

Sekitar 63% sentimen positif terhadap program MBKM, wordcloud yang ditemukan dari partisipan seperti terdapat insentif uang saku, pujian terhadap Indonesia dan presiden, dan sebagainya.

Namun terdapat 37% sentimen negatif yang mengungkapkan masalah terhadap konversi nilai, perasaan lelah mengikuti program MBKM, perasaan sedih karena kesulitan atau gagal saat penyeleksian program MBKM, pembayaran uang insentif yang tertunda, dan sebagainya.

Dalam dunia pembelajaran, ada beberapa pro dan kontra antara mahasiswa yang menyukai teori lalu ada yang yang lebih menyukai praktik.

“Ada mahasiswa yang menyukai jika teori diikuti praktik yang sesuai sehingga mahasiswa memiliki bayangan bagaimana sebenarnya teori itu bekerja,” ucapnya.

Lidia Sandra dan tim menyatakan efek pandemi secara tidak langsung memberikan efek memaksa bagi perguruan tinggi untuk melakukan transformasi digital. Sejalan dengan itu, program MBKM juga ditargetkan untuk meningkatkan kualitas lulusan mahasiswa menyambut era transformasi digital.

Perguruan tinggi lanjutnya, bisa melakukan transformasi digital sebuah framework berlandaskan pada service management yang mengarah ke service value driven.

“Ini bisa membentuk ekosistem dari digital learning services yang menjadi referensi bagi perguruan tinggi untuk mempersiapkan diri melakukan transformasi ke arah digital learning services,” pungkas Lidia Sandra. info/red