PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Akibat Covid-19 Gereja Koptik Mesir Rayakan Natal Tanpa Jemaat

koptik mesir

Surabaya – Gereja Koptik di Mesir merayakan Natal pada Januari 2022 tanpa jemaat dan pengunjung karena aturan pembatasan selama pandemi Covid-19. Seperti dilaporkan Arab News, Rabu (29/12/2021), keputusan untuk membatalkan perayaan skala besar berlaku untuk semua fasilitas wisata di Kairo, Sharm El Sheikh dan semua kota pesisir.

Gereja Ortodoks Koptik di Mesir telah mengumumkan bahwa doa Natal yang diadakan pada 6 Januari akan tanpa jemaat karena merebaknya virus corona.

“Gereja menjelaskan bahwa karena penyebaran virus corona yang terus berlanjut dengan mutasi baru, kami hanya akan melakukan doa Liturgi Ilahi pada Malam Natal di Katedral Kelahiran Kristus di Ibu Kota Administratif Baru,” ujarnya.

Gereja Ortodoks juga mengumumkan bahwa liputan perayaan Natal tahun ini akan terbatas pada televisi Mesir. Gereja menyatakan bahwa dalam keadaan saat ini anggota media tidak akan memiliki akses untuk meliput acara gereja yang berkaitan dengan Natal.

Paus Tawadros II, Paus Aleksandria dan Patriark Tahta St. Markus, sebelumnya telah memperingatkan agar tidak berkerumun dan meminta orang-orang untuk mematuhi semua tindakan kesehatan yang penting.

“Pada liburan mendatang, kita harus mematuhi semua tindakan pencegahan yang diperlukan, dan semoga Tuhan menyembuhkan yang terluka dan menjaga kesehatan semua orang,” katanya.

Adel Al-Masry, Kepala Kamar Dagang dan Restoran Pariwisata, mengumumkan pembatalan perayaan besar dan pertemuan besar selama Tahun Baru, tetapi mengatakan bahwa ini tidak berlaku untuk perayaan dalam ruangan kecil atau makan malam reguler untuk para tamu di fasilitas wisata. Al-Masry mengatakan ini sesuai dengan pedoman pemerintah.

Sementara Alaa Akel, Ketua Komite Pengarah Bisnis bidang Perhotelan, mengatakan bahwa jumlah maksimum peserta untuk pernikahan, pertunangan, atau pesta yang diadakan di ruang terbuka di hotel pada Malam Tahun Baru tidak boleh melebihi 300 orang, asalkan semua tindakan pencegahan telah diikuti.

Keputusan untuk membatalkan perayaan skala besar berlaku untuk semua fasilitas wisata di Kairo, Sharm El Sheikh dan semua kota pesisir. info/red