PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

PGI: Memberi dan Berkorban Jadi Panggilan Strategis Saat Ini

logo PGI 1

Jakarta – Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom mengatakan, cinta kasih yang terwujud dalam keinginan memberi dan berkorban saat ini menjadi panggilan yang sangat strategis di tengah kegersangan cinta kasih dunia sekarang ini.

Hal tersebut disampaikan Pendeta Gultom dalam kotbah misa Natal Nasional 2021 yang bertemakan tentang “Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan” disiarkan secara daring, Senin (27/12/2021).

Pendeta Gultom mengatakan, belakangan ini semakin banyak orang cenderung hanya mengutamakan diri sendiri serta mengutamakan hal-hal yang berkaitan dengan dirinya dan kelompok.

“Panggilan mengasihi sedemikian makin perlu diwujudkan karena bangsa Indonesia semakin kehilangan sendi utama pengingat sebagai bangsa yakni nasionalisme yang menghargai segala bentuk kemajemukan,’ ucapnya.

Dalam khotbah tersebut, Pendeta Gultom menyebutkan, saat ini ia semakin merisaukan dengan semakin menipisnya toleransi. Padahal, toleransi merupakan modal sosial bangsa ini. Sayangnya, akibat konflik, orang hanya memperjuangkan diri dan kelompok masing-masing.

Kondisi ini, lanjut Pendeta Gultom, menyebabkan masyarakat semakin terkotak-kotak karena agama, suku, pilihan politik atau kepentingan-kepentingan lainnya.

Selanjutnya, Pendata Gultom juga menyoroti perilaku manusia yang mengeksploitasi alam mengakibatkan pemanasan global dan perubahan iklim yang memicu terjadinya mutasi genetika varian. Salah satunya, Covid-19.

Untuk itu, sesuai dengan tema Natal 2021, Pendeta Gultom mengajak umat Kristiani untuk bersedia digerakkan cinta kasih Kristus dalam membangun persaudaraan sejati dengan sesama dan dengan alam yang dilandasi oleh cinta kasih Kristus

“Persaudaraan dalam Kristus bersedia mengosongkan diri dan bergelar keluar dari rasa kecintaan atas diri sendiri. Persaudaraan yang memperlakukan sesama dari kelompok mana pun dan persaudaraan melakukan alam sekitar dengan sikap dan perilaku yang jauh dari sikap manipulatif dan eksploitatif,” pungkasnya. info/red