PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Gerak Cepat Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kunjungi dan Beri Bantuan Pengungsi Erupsi Semeru

PDIP lumajang

Surabaya – Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim yang juga Ketua DPRD Jatim, Kusnadi SH MHum menyambangi para pengungsi erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Candipuro dan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Minggu (5/12/2021) dini hari sampai pagi.

Di Lumajang, Kusnadi menyambangi warga di lima titik pengungsian. Antara lain di Posko Balai Desa Penanggal, Dusun Kamarkajang, Balai Desa Sumberwuluh, Balai Desa Pasirian, Balai Dusun Gentengan Desa Condro.

“Mulai dini hari sampai pagi ini, saya mengunjungi masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru yang saat ini mereka sudah mengungsi di titik yang dikatakan sudah aman. Bersama Badan Penanggulangan Bencana (Baguna), kita membantu masyarakat sesuai dengan kemampuan kami,” ujarnya disela-sela kunjungannya.

Kusnadi mengatakan, erupsi kali ini merupakan erupsi yang parah dari sebelumnya. Selain kerusakan fisik, erupsi kali ini juga menyebabkan korban jiwa. Dari data yang ia terima, ada 38 orang luka, baik luka ringan dan luka berat, dan 1 orang meninggal dunia.

“Lokasi posko pengungsian berpencar, sehingga kami keliling untuk mengunjungi masyarakat sekaligus memberikan bantuan guna meringankan beban mereka,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kusnadi didampingi oleh Kepala Baguna Jawa Timur Agus Wicaksono, Ketua DPC PDI Perjuangan Lumajang Solikin, sejumlah pengurus Baguna Lumajang, serta beberapa anggota Fraksi PDI Perjuangan, pengurus PAC dan Ranting setempat. Termasuk para aktivis Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Lumajang.

Dalam kesempatan tersebut, Kusnadi dan rombongan memberikan bantuan berupa makanan siap saji, selimut, masker, popok bayi, dan keperluan lainnya.

PDIP lumajang2

Kusnadi menegaskan, pasca aktivitas Gunung Semeru yang mulai mereda, pihaknya melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak erupsi. Menurutnya, masyarakat yang terdampak suatu bencana, sudah pasti kehilangan harta bendanya guna menyelamatkan nyawa mereka.

“Kita data, apakah mampu ditanggulangi secara mandiri. Jika tidak, seperti sampai rumahnya roboh, ini diperlukan kerja sama dengan stakeholder untuk membangun tempat tinggalnya,” tuturnya.

Dari hasil kunjungan ke beberapa posko tersebut, Kusnadi menyebutkan ada sejumlah keluhan yang dialami warga pengungsi. Yakni sesak nafas dan iritasi mata yang disebabkan oleh abu vulkanik.

Sehingga, kata dia, warga khususnya di pengungsian membutuhkan bantuan berupa pemenuhan obat-obatan untuk penanggulangan sesak nafas, oxygen portable, termasuk obat cair untuk mata.

“Yang paling penting dan harus dijadikan perhatian bersama adalah ketersediaan air bersih. Karena di lokasi posko pengungsian yang dekat dengan pusat erupsi, air tidak mengalir, air tidak lagi bisa digunakan. Sehingga yang perlu dalam waktu yang cepat ini adalah ketersediaan air bersih ini yang dibutuhkan masyarakat,” tutupnya. Info/red