PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Arsitektur UK Petra Gelar Lokakarya Bertajuk Pengembangan Desa Jarak Wonosalam-Jombang

Lokakarya UK Petra Arsitektur

Surabaya,pustakalewi.com – UK Petra terus giat melaksanakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Salah satunya Program Studi Arsitektur UK Petra menggelar Lokakarya Pelaksanaan Program Hibah PKKM sekaligus peresmian Laboratorium Start-up Arsitektur pada Jumat, 19 November 2021 mulai pukul 08.00-11.00 WIB secara daring.

“Acara bertajuk Pengembangan Desa Jarak Wonosalam-Jombang ini merupakan implementasi hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) tahun 2021 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Direktorat yang telah kami terima pada bulan Juli 2021 yang lalu sebesar 1,4 Milyar Rupiah.”, ungkap Feny Elsiana, S.T., M.T., selaku PIC acara Lokakarya. 

Lokakarya ini dihadiri beberapa orang penting antara lain Sekretaris Dinas Olah Raga dan Kepemudaan (Disporapar) Kab. Jombang yaitu Dra. Yulita Purwaningsih MM., Camat Wonosalam Kab. Jombang yaitu Haris Aminuddin dan Kepala Desa Jarak, Kec.Wonosalam, Kab.Jombang yaitu Agus Darminto. Tak hanya itu saja, akan hadir pula beberapa praktisi, dosen dan 18 mahasiswa Arsitektur peserta kelas MBKM. 

“Disini saya lihat, teman-teman mahasiswa telah mengidentifikasi adanya potensi yang ada di Desa Jarak, harapan kami adalah dengan adanya bantuan dari teman-teman UK Petra ini benar-benar dapat mewujudkan Desa Jarak sebagai salah satu destinasi wisata. Saya yakin ini juga akan berdampak bagi kesejahteraan ekonomi warga di Desa Jarak,” urai Yulita Purwaningsih, selaku Sekretaris Disporapar.

Lokakarya ini bertujuan untuk diseminasi karya mahasiswa prodi Arsitektur UK Petra yang mengikuti kelas MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka). Para mahasiswa diminta membuat dua project, yang pertama mahasiswa dilatih menyusun sebuah bentuk wirausaha (business plan) dengan memanfaatkan potensi yang ada di Desa Jarak seperti susu, kopi, manggis dan lainnya. Mulai dengan design thinking, membuat prototype, hingga dapat memproduksi dan melakukan tes pasar dimana bentuk usaha mahasiswa tertuang dalam suatu business model canvas (BMC). Tercetus berbagai ide bisnis diantaranya hand sanitizer, lilin aroma terapi, sabun, susu, serta kopi. 

Project yang kedua, mahasiswa diminta mengembangkan potensi wisata Desa Jarak dengan menyusun sebuah desa wisata, kampung wisata, dan rumah wisata. Untuk masterplan desa wisata, para mahasiswa membuat rute pendakian di Desa Jarak karena melihat potensi pemandangan yang menarik, area berbukit, serta adanya air terjun Sanggar sebagai destinasi wisata. Untuk kampung wisata, para mahasiswa mendesain berbagai infrastuktur yang mendukung diantaranya adalah kafe dan galeri. Untuk rumah wisata, para mahasiswa merencanakan membuat Jarak Homestay dengan mendesain ulang rumah warga dan menambahkan berbagai fasilitas.

“Setelah mendengarkan dan melihat pemaparan dari para mahasiswa, kami sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini, kami bersyukur UK Petra memperhatikan kesejahteraan kami dan dapat melihat potensi – potensi yang ada di Desa Jarak. Dengan adanya pendampingan dari UK Petra, kita dapat merintis Desa Jarak ini menjadi desa wisata,” ujar Agus Darminto selaku Kepala Desa Jarak. info/red