PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Polrestabes Surabaya Siapkan 1600 Personel Untuk Pengamanan Nataru

Surabaya – Polrestabes Surabaya mempersiapkan secara awal pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, TNI dan berbagai elemen masyarakat bertempat di Gedung Bharadaksa, Senin (14/11/2021) Mapolrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan menerangkan pihaknya telah menyiapkan serangkaian proses pengamanan menyambut Nataru mengantisipasi gangguan Kamtibmas, khususnya ancaman terorisme dan munculnya gelombang ketiga pandemi COVID-19.

“Kami siapkan 1/3 dari total anggota Polrestabes Surabaya yaitu sekitar 1600 personel ditambah dari TNI, Satpol PP, BPB Linmas dan organisasi kemasyarakatan (ormas). Untuk proses pelaksanaannya diharapkan berjalan dengan baik dan tidak terjadi transmisi Covid-19,” ujar Ndan Yusep, panggilan karibnya, usai acara rakor tersebut.

Ia telah meminta masukan dari semua pihak dan juga sosialisasi kepada masyarakat melalui sesepuh, tokoh dan pemuka agama dalam upaya mengendalikan penularan COVID-19 serta menjaga kamtibmas. Tujuannya kata Ndan Yusep agar dua agenda besar tersebut tidak malah menimbulkan penyebaran COVID-19.

“Bila disepakati, Insya Allah menggunakan fasilitas digital yakni, undangan yang sudah tercatat dan barcode. Intinya untuk memastikan yang diundang pihak gereja adalah betul yang hadir, itu juga untuk mengantisipasi potensi-potensi yang tidak diinginkan,” paparnya.

Ndan Yusep menjamin keamanan gereja seluruh Surabaya. Menurutnya, pihaknya telah membuat konsep pengamanan berbasis ring berlapis serta melakukan upaya pembatasan.

“Pembatasan dilakukan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mengantisipasi potensi, sekat kota dan wilayah lingkungan gereja. Kedepan kami akan lakukan gladi kesiapan pola pengamanan yang sudah kita sepakati pada saat Nataru,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala BPB Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto menyatakan mendukung segala upaya yang dilakukan untuk menekan dan mencegah penularan COVID-19 di kota pahlawan. Irvan, sapaan akrabnya, mengaku telah melakukan pemetaan persebaran penularan COVID-19. Apabila ditemukan kasus aktif baru, Irvan menjalankan serangkaian prosedural prokes COVID-19, khusus untuk menanganinya.

“Sebetulnya, Kota Surabaya ini melakukan aktif finding case. Jadi kita ini proaktif mencari itu dan melakukan skrining secara rutin,” ungkapnya.

Perwakilan Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injil Indonesia Kota Surabaya, Pendeta Samuel mengatakan akan segera menyampaikan hasil rakor kepada jaringan gereja seluruh Surabaya. Samuel menerangkan, untuk sistem keamanan dan pendataan, pihaknya telah menerapkan sistem daring atau online.

“Jemaat wajib mengisi daftar hadir. Kalau tidak diisi tidak boleh hadir dan paling lambat sekitar 1 minggu sebelumnya. Jemaat kategori lansia diwajibkan mengikuti ibadah Natal dari rumah,” pungkasnya. Info/red