PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Mufti Anam Kembali Ingatkan Pentingnya 4 Pilar Kebangsaan

Mufti Anam MPR

Surabaya – Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam kembali menggelar sosialisais 4 Pilar Kebangsaan. Kali ini di Probolinggo, digelar Sabtu (13/11/2021). Acara sosialisasi digelar dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

“Meski saat ini tren Covid-19 cenderung melandai, kita tetap harus bersama-sama semakin memperkuat solidaritas dan gotong royong untuk membantu sesama,” ujar Mufti.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, 4 pilar kebangsaan terasa semakin relevan untuk menyongsong pemulihan ekonomi dan menangani pandemi Covid-19.

Terkait 4 pilar kebangsaan, Mufti menjelaskan, Indonesia memiliki empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang luar biasa. Konsolidasi empat pilar ini pertama kali dilakukan oleh Almarhum Taufiq Kiemas saat beliau menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014.

“Di tengah tantangan pandemi dan pemulihan ekonomi saat ini, 4 pilar kebangsaan menjadi terasa semakin relevan dan kita butuhkan,” ujar Mufti Anam.

Empat pilar kebangsaan yang dimaksud adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

”Salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila. Ini adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia, pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945. Artinya, Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri,” jelasnya.

Menurut Mufti, tantangan Indonesia kekinian setidaknya ada dua. Pertama, memulihkan dampak pandemi Covid-19, mulai dari sektor kesehatan, sosial, hingga ekonomi. Kedua, makin masifnya radikalisme agama.

”Nilai-nilai dalam 4 Pilar Kebangsaan dapat menjawab tantangan kekinian. Misalnya bagaimana kita membangun gotong royong dan kepedulian. Coba tengok tetangga kanan dan kiri, jangan sampai ada yang kesusahan, atau bahkan tak bisa makan. Mari saling bantu,” kata Mufi.

Tak lupa, Mufti mengajak warga untuk selalu menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama. ”Meski berbeda agama, meski berbeda suku; kita berada dalam satu rumah besar: Indonesia tercinta. Kalau kita bertengkar karena beda agama, negara tidak akan bisa maju, daerah kita tidak akan bisa maju,” ujarnya. Info/red