PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Produsen Cat Avian IPO Incar Dana Segar Rp 5,76 Triliun

avian ipo

Surabaya – Produsen cat, PT Avia Avian Tbk (AVIA) menggelar penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham untuk mendapatkan dana sekitar Rp 5,76 triliun dari pasar modal. Dana tersebut, rencananya akan digunakan untuk modal kerja dan ekspansi perusahaan.

Direktur Keuangan Avia Avian, Kurnia Hadi mengatakan, dalam IPO tersebut, perseroan melepas 6,2 miliar saham ke publik atau sekitar 10% dari total modal yang dicatatkan.

“Adapun harga penawaran dari IPO Rp 780-930 per saham sehingga total dana yang diraih berkisar Rp 4,83 triliun hingga Rp 5,76 triliun,” ujar Kurnia Hadi, dalam acara paparan publik penawaran umum perdana saham, yang digelar secara virtual, Jumat (12/11/2021).

Selain penawaran ke publik, kata Hadi, perseroan akan mengalokasikan sekitar 124 juta saham atau 2% dari saham yang ditawarkan untuk program alokasi kepada karyawan.

Di luar penawaran umum, pemegang saham yang terdiri dari PT Tancorp Surya Sentosa, PT Wahana Lancar Rejeki, Archipelago Investment Private Limited, Robert Christian Tanoko, Rudi Tanoko, dan Rony Tanoko akan melakukan penawaran terbatas (private placement) sebanyak 5,57 miliar saham ke pihak tertentu.

Pihak tertentu tersebut adalah investor institusi seperti dana Pensiun, manajer investasi, asuransi dari dalam negeri maupun internasional. Pelaksanaan pelepasan saham akan dilaksanakan setelah pencatatan saham di BEI.

Adapun PT Tancorp Surya Sentosa dan PT Wahana Lancar Rejeki menjadi pemegang saham mayoritas dengan masing-masing kepemilikan 39,69% dan 35,23%. Selain itu, dimiliki oleh Archipelago Investment Private Limited 9%, Robert Tanoko 2,43%, Rudi Tanoko 1,82%, Rony Tanoko 1,82%, masyarakat 9,81% dan program karyawan 0,2%.

Hadi melanjutkan, dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan sekitar 54,5% untuk modal kerja. Lalu sekitar 18,2% untuk modal kerja anak usaha, PT Tirtakencana Tatawarna. Kemudian, sekitar 14% untuk belanja modal atau capital expenditure (capex) dalam mendukung fasilitas manufaktur di Cirebon serta 13,3% untuk pelunasan pokok utang perseroan dan anak usaha.

Wakil Presiden Direktur Avia Avian Ruslan Tanoko melanjutkan, melalui IPO ini, perseroan ingin menjamin keberlangsungan perusahaan. Perseroan juga ingin meningkatkan tata kelola perusahaan dan bisa menarik talenta baru untuk bergabung dengan Avian.

“IPO juga bisa membantu kami untuk melakukan akuisisi atau membentuk joint venture. Kami bisa menawarkan calon mitra fasilitas share swap,” jelas Ruslan.

Kemudian, Direktur Operasional dan Pertambangan Avia Avian Robert Tanoko mengungkapkan, IPO juga bisa mendukung Avian untuk mengembangkan pangsa pasar dan produk baru yang dibutuhkan pasar. Ajang IPO, menurut Robert sekaligus mendukung pengembangan proyek manufaktur di Cirebon yang ditargetkan bisa memiliki kapasitas produksi 225 ribu metrik ton pada 2025.

Perseroan optimistis, investor asing dan investor ritel bisa ikut berpartisipasi dalam gelaran IPO ini. Optimisme ini, lanjut Ruslan ditopang oleh sejumlah keunggulan Avian, yakni pemimpin pasar di industri cat dengan pangsa pasar 20% pada tahun 2020. Dengan menjadi pemimpin pasar, perseroan lebih leluasa menentukan harga di pasar.

Avian juga memiliki 96 pusat distribusi yang terintegrasi dengan 52 ribu toko bangunan di 88 kota di Indonesia. Avian mempunyai portofolio produk yang lengkap dan pabrik terintegrasi di Serang dan Sidoarjo.

“Pada 2020, kami juga membentuk pusat inovasi bernama Avian Innovation Center sebagai pusat riset, pengembangan dan inovasi,” kata dia. info/red