PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Sepak Terjang Franciska Savitri, 10 Tahun Menggeluti Dunia Hospitality

IMG 20211024 WA0004

Surabaya, pustakalewi.com – Salah satu alumni Creative Tourism UK Petra, Franciska Savitri, saat ini menjabat sebagai Regional Director of Sales Central East Region PT Archipelago International Indonesia. “Saya angkatan 94, dan dulu itu di Petra belum segede itu jurusannya. Saya termasuk angkatan kelima atau keenam, jadi memang jurusan baru pada waktu itu,” ucap Franciska.

Walaupun sekolah di bidang pariwisata, tetapi setelah lulus Franciska tidak pernah kerja di dunia perhotelan. Saya pernah kerja di travel, setelah itu di korporat terus. Saya juga sempat ke Bali dan kerja di perusahaan sampai enam tahun. Jadi bukan kerja di hospitality,” ujar Franciska menceritakan kisahnya dulu.

Setelah itu, Franciska menikah di tahun 2011 dan kembali ke Surabaya. Saat itu kondisinya meninggalkan pekerjaan yang lama. Sempat membantu pekerjaan suami, kemudian Franciska mendapatkan tawaran kerja di Hotel. “Tapi saya kan belum pernah kerja di hotel, tapi katanya gak masalah karena butuhnya kayak asisten gitu. Waktu itu butuhnya FB Coordinator, jadi kayak admin untuk FB Director. Kebetulan waktu saya di Bali basicnya personal assistant dan bos saya juga orang luar. FB Directornya ternyata orang Perancis, jadi yang penting bisa komunikasi dan kerjanya cepat. Jadi, saya masuk dan kecemplunglah di situ,” jelas Franciska.

Kemudian di tahun 2012, Franciska terjun ke dunia sales untuk Archipelago. “Tidak terasa, saya sudah 10 tahun kerja di bidang ini,” ucap Wanita berusia 45 tahun ini. Jika ditanya apa perbedaan bekerja di korporat dan di hotel, Franciska merasa bekerja di hotel jauh lebih dinamis. “Saya di korporat itu selalu lama. Jadi sebelumnya itu di korporat juga di perusahaan rokok, itu 6 tahun. Lalu, waktu pindah ke Bali juga 6 tahun. Jadi itu kayak gak berasa gitu. Kayak rutin aja gitu,” ucap Franciska.

Sedangkan di hotel, khususnya di sales, menurut Franciska pekerjaannya selalu menantang dan tekanannya lumayan. Kalau di korporat itu lebih rutin, kerjanya itu-itu saja gitu. Kalau di hotel, kasusnya banyak. Terutama dalam hal menghadapi tamu, karena setiap orang itu kebutuhannya berbeda.

“Jadi gimana caranya kita bisa ngikutin . Kalo di korporat barangnya ini ya ini. Gak bisa di custom lagi. Tapi kalo di hotel ini kan misal produknya sama yaitu meeting. Tapi hal-hal kecil yang detail itu banyak banget. Jadi requestnya satu dengan lainnya itu beda. Gak bisa kayak barangnya ini yaudah, mau gak mau ya ini,” tambah Franciska.

Tapi kalau mau ambil positifnya, hal itu bagus supaya kita jadi lebih termotivasi. Kalau kita cuma disitu aja, misalnya di korporat, tidak terasa tiba-tiba sudah 20 tahun. Bertemu dengan orang juga itu-itu saja. “Memang saya merasa selama beberapa tahun kerja di korporat dan dibandingkan dengan sekarang saya kerja di hotel ini dinamikanya jauh berkali lipat,” ujar Franciska.

Setelah sepuluh tahun ,menggeluti dunia perhotelan, nyatanya tidak membuat Franciska puas. Dia merasa knowledgenya di bidang sales masih kurang. Masih harus terus belajar. “Saya juga merasa hanya menguasai di sales, kalo di operational saya nggak terlalu menguasai. Jadi kalo kayak GM gitu kan dia harus tau semuanya. Dan hal itu yang saya belum sampai ke sana. Di bagian marketing pun saya juga gak terlalu tau, gimana caranya bikin press release, gimana diplomasi dengan media, gimana create event, dan karena di archipelago dipisah, jadi saya gak terlalu masuk di situ,” jelas Franciska.

Meskipun sudah memiliki jabatan yang tinggi, menurut Franciska jabatan itu bukan hanya soal pride, tapi juga termasuk tanggung jawab. Kalau jabatan naik, tanggung jawabnya juga naik. “Naik jabatan itu juga harus siap mental dengan kerjaanya. Jadi saya nggak merasa jabatan saya tinggi,” ujar Franciska.

Kedepannya, Franciska ingin merintis usaha sendiri. Kadang dia merasa iri dengan orang yang sudah bisa merintis usaha sendiri, karena memang tidak mudah untuk merintis usaha sendiri. “Tapi kalau dia bisa, harusnya saya juga bisa. Saya inginnya punya usaha kuliner sendiri karena saya suka memasak,” pungkasnya. (PJ)