PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Dies Natalis Fakultas Bisnis UKWMS yang Ke-56: Pentingnya Pemanfaatan Big Data dan Teknologi, Serta Kerja Sama dengan IAMI

dies natalis

Surabaya, pustakalewi.com – Menyambut Dies Natalis Fakultas Bisnis yang ke-56, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) mengadakan Webinar pada Sabtu (23/10/2021). Webinar tersebut bertajuk “Managing Technology and Big Data for Competitive Advantage” dan berlangsung secara daring melalui zoom meeting. Selain itu, berlangsung pula penandatanganan MoU antara Ikatan Akuntansi Manajemen Indonesia (IAMI) dan UKWMS.

Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan penandatanganan nota kesepahaman secara virtual. Pihak IAMI diwakili oleh Gatot Trihargo selaku ketua umum IAMI dan pihak UKWMS oleh Kuncoro Foe selaku Rektor UKWMS.

“Dies Natalis Fakultas Bisnis yang ke 56 merupakan momen penting untuk merefleksikan apa saja yang sudah dilakukan selama ini. Sekarang saatnya memikirkan kedepan untuk melangkah maju. Tantangan pandemi sudah dua tahun mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Tapi, hal tersebut juga memunculkan banyak kompetensi dan peluang yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Semoga dengan penandatanganan ini memberikan manfaat kepada semua pihak, karena kerja sama dan jejaring adalah hal yang utama pada era ini,” ucap Kuncoro menyampaikan sambutannya.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh keynote speaker, Ignasius Jonan. Ketua umum Yayasan UKWMS tersebut menyampaikan tentang dampak shifting teknologi pada sektor bisnis dan bagaimana mengatasinya.

Setelah itu, acara memasuki sesi webinar. Ada dua pembicara yang hadir. Pertama ada AC Mahendra K. Datu selaku perwakilan dari Institut Akuntan Manajemen Indonesia dan Director of EUREKA EduTech. Lalu yang kedua ada Mark Guardo Alberto selaku Business and System Development and Accounting Learning Center PT Indoprima Group.

“Big data adalah aset berharga jika bisa mengelola dengan baik, tetapi bisa jadi sampah ketika tidak dikelola dengan baik karena terlalu banyak,” jelas Mahendra. Pada akhir acara, peserta mendapatkan kesempatan untuk tanya jawab kepada narasumber secara langsung. (PJ)