PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Homoseksual Tidak Disebabkan Gangguan Mental

IMG 20211001 WA0010 1

American Psychiatric Association (APA) dan World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa homoseksual bukanlah sebuah kondisi akibat gangguan mental.

Hal yang sama juga dinyatakan dalam Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa Edisi III (PPDGJ III) yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman ini menyebutkan bahwa orientasi seksual homoseksual atau biseksual bukanlah suatu gangguan jiwa.

Meski demikian, masih banyak kaum homoseksual yang mendapatkan perlakuan negatif, stigma, dan diskriminasi, sehingga tidak sedikit orang homoseksual lebih memilih untuk menyembunyikan orientasi seksualnya.

Jika Anda memiliki orientasi seksual yang berbeda, termasuk homoseksual, atau merasa penasaran apa yang menyebabkan Anda memiliki orientasi seksual tersebut, cobalah berkonsultasi dengan psikolog agar anda dapat memahaminya lebih dalam.

Lalu bagaimana cara mengobatinya untuk bisa kembali “normal” ? Dalam dunia psikologi, sebutannya tidak “mengobati” karena seorang psikolog tidak pernah belajar menggunakan obat.

Di psikologi, yang dipergunakan adalah istilah “perlakuan/treatmen”. Kalau ada orang tidak nyaman dengan homoseksual dan mau berubah menjadi heteroseksual, psikolog bisa membantu dengan cara konseling. Selain konseling, bisa juga dengan terapi.

Informasi lebih lanjut bisa menghubungi 081336618397

Master Jeffry MD