PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Paus Fransiskus Tegas Larang Eksploitasi Agama untuk Kepentingan Politik

Paus Fransiskus

Surabaya – Paus Fransikus melarang eksploitasi agama untuk kepentingan politik saat kunjungan di kota Presov, di Slovakia timur. Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (155/9/2021), pemimpin tertinggi agama Katolik itu mengatakan bahwa salib tidak boleh digunakan sebagai simbol politik.

Paus memperingatkan orang-orang Kristen yang mencoba menjadi pemenang dalam kompetisi politik. Pernyataan itu dilontarkan di kota Presov, di Slovakia timur, tempat ia memimpin kebaktian panjang yang dikenal sebagai Liturgi Ilahi, satu ritus Bizantium yang digunakan oleh Gereja Katolik dan Ortodoks Timur.

Paus menyampaikan homilinya seputar tema identitas Kristen, denga mengatakan agama dan salib sering digunakan secara dangkal oleh orang Kristen.

Berbicara kepada sekitar 30.000 umat, Paus mengatakan banyak orang Kristen memiliki salib di leher mereka, di dinding di rumah mereka, di mobil dan di saku mereka, tetapi tidak memiliki hubungan nyata dengan Yesus.

“Apa gunanya ini, kecuali kita berhenti dan melihat Yesus yang disalibkan dan buka hati kita untuk-Nya. Janganlah kita mereduksi salib menjadi objek pengabdian, apalagi simbol politik, menjadi tanda status agama dan sosial,” pintanya.

Pada tahun 1950 di Presov, otoritas komunis memaksa umat Katolik Ritus Timur, yang berutang kesetiaan mereka kepada Paus, untuk bergabung dengan Gereja Ortodoks. Sejumlah ulama Ritus Timur yang menolak telah dipenjarakan.

Di Hongaria, tempat paus singgah pada Minggu, Perdana Menteri Viktor Orban telah mengimbau sentimen agama dalam politik anti-imigran dan nasionalisnya, dengan mengatakan bahwa warisan Kristen Hongaria berisiko menghilang.

Setelah pertemuan dengan paus pada hari Minggu, Orban mengatakan dia meminta paus “untuk tidak membiarkan orang Kristen Hongaria binasa”. Di Hongaria, Paus mengatakan bahwa negara itu dapat mempertahankan akar Kristennya sambil membuka diri bagi yang membutuhkan.

Pada liturgi pada Selasa, Paus Fransiskus juga kembali muncul untuk memperingatkan orang-orang Kristen agar tidak menggunakan agama mereka dalam apa yang disebut perang budaya yang dia yakini merugikan kebaikan bersama.

“Seberapa sering kita merindukan kekristenan pemenang, kekristenan kemenangan yang penting dan berpengaruh, yang menerima kemuliaan dan kehormatan?” tanyanya.

Di Slovakia, sayap kanan Kotlebovci-Partai Rakyat Our Slovakia mengatakan mereka berdiri di atas tiga pilar yakni:Kristen, nasional dan sosial. Partai telah berjanji untuk mencegah imigrasi dari sebagian besar pengungsi Muslim.

“Salib bukanlah bendera untuk dikibarkan, tetapi sumber murni dari cara hidup baru. Orang percaya untuk tidak memandang siapa pun sebagai musuh, tetapi semua orang sebagai saudara atau saudari,” kata Paus Fransiskus. info/red