PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

PPKM Lanjut 20 September, Tak Berakhir Sampai Covid-19 Terkendali

Surabaya – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), jajaran pemerintah sepakat tak akan mengakhiri Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai betul-betul pandemi Covid-19 ini bisa terkendali. 

“Karena, salah satu alat yang amat penting dalam pengendalian (Covid-19) ini adalah dengan PPKM ini,” kata Luhut dalam keterangan pers mengenai Perkembangan PPKM Terkini secara virtual, Senin (13/09/2021) malam, yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Menko Marves, berdasarkan hasil evaluasi penerapan PPKM Level periode 6-13 September, perkembangan kasus secara nasional terus menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan dan capaian yang terus membaik. 

“Hal ini terlihat dari penurunan tren kasus konfirmasi secara nasional hingga 93,9 persen dan secara spesifik di Jawa-Bali turun hingga 96 persen dari titik puncaknya pada 15 Juli yang lalu,” ujarnya.

Dengan penambahan 2.577 kasus baru dan 12.474 kasus sembuh maka jumlah kasus aktif nasional per 13 September 2021 telah berada di bawah 100 ribu. “Saya kira ini suatu progres yang sangat menggembirakan,” ucapnya.

Seiring dengan kondisi situasi Covid-19 yang semakin baik serta implementasi protokol kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi yang terus berjalan, pelaksanaan PPKM di Jawa-Bali dilanjutkan hingga 20 September.

Lebih jauh Luhut menyampaikan, penanganan Covid-19 terus mengalami perbaikan yang ditandai dengan terus menurunnya jumlah daerah yang menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.  

Untuk daerah Jawa-Bali, Provinsi Bali yang pada periode sebelumnya berada pada Level 4, di periode 6-13 September berhasil turun menjadi Level 3. Dari 11 kota/kabupaten Level 4 pada minggu yang lalu, pada hari ini jumlahnya berkurang menjadi hanya 3 kabupaten/kota saja. “Hal ini merupakan buah kerja sama semua pihak yang telah bersama-sama berusaha menjaga kondusivitas pemberlakuan PPKM,” katanya.

Namun, Menko Marves juga mengingatkan agar perkembangan positif penanganan kasus Covid-19 di Jawa-Bali tersebut tidak menurunkan kewaspadaan dalam menghadapi pandemi. Kecepatan vaksinasi serta penerapan protokol kesehatan dengan dukungan aplikasi PeduliLindungi juga harus terus tetap ditingkatkan. 

“Penurunan Level PPKM di berbagai kota menyebabkan banyak euforia dari masyarakat yang tidak disertai dengan implementasi protokol kesehatan dan penggunaan PeduliLindungi,” ujarnya. 

Euforia dan ketidakwaspadaan, imbuh Luhut, dapat memicu kembali terjadinya lonjakan kasus Covid-19 “Ini early warning juga pada kita. Pada sisi lain turun, tapi ada juga kasus yang kelihatan meningkat. Jadi ini kita harus semua hati-hati, jangan kita nanti kembali kepada sebelum tanggal 15 Juli,” tegasnya. 

Pembukaan Bioskop

Dalam penerapan PPKM periode 14-20 September di Jawa-Bali, pemerintah juga kembali melakukan pelonggaran dan pengetatan aktivitas masyarakat. 

Pertama, pembukaan bioskop dengan kapasitas maksimal 50 persen pada kota-kota Level 3 dan Level 2, namun dengan kewajiban menggunakan aplikasi PeduliLindungi serta protokol kesehatan yang ketat. Hanya kategori hijaulah yang dapat masuk area bioskop.

Kedua, pemerintah mendorong peningkatan kepatuhan terhadap penggunaan PeduliLindungi pada lokasi-lokasi industri yang belum dilakukan secara maksimal. “Jadi, Kementerian Perindustrian, (Kementerian) Perdagangan, dan semua kita ajak bersama-sama untuk mengatasi ini,” ujar Luhut. 

Ketiga, dilakukan penambahan lokasi tempat wisata di level yang dibuka dengan penerapan protokol kesehatan ketat dan implementasi PeduliLindungi pada kota-kota Level 3. Penerapan ganjil-genap akan diberlakukan pada daerah-daerah tempat wisata mulai Jumat pukul 12.00 siang sampai dengann Minggu pukul 18.00.

Menurutnya, hal tersebut bertujuan untuk mengurangi kendaraan yang datang ke lokasi wisata. Ia mengingatkan jangan sampai kasus Pangandaran minggu lalu terjadi lagi manakala jumlah pengunjung wisata luar biasa banyaknya.

Keempat atau yang terakhir,  pemerintah juga melakukan pengetatan persyaratan perjalanan internasional dari luar negeri. Pelaku perjalanan antara lain harus sudah divaksinasi penuh, melakukan tes PCR sebanyak tiga kali, serta melakukan karantina selama 8 hari. 

“Masuk dari udara hanya melalui (Bandara Soekano Hatta) Cengkareng dan melalui Manado. Sedang Bali, kita pertimbangkan untuk bisa jalan, kita akan lihat 1-2 minggu ke depan,” ujar Luhut. 

Luhut kembali mengingatkan pentingnya disiplin mentaati protokol kesehatan (prokes) agar tehindar dari penularan Covid-19. “Semoga Tuhan (Yang) Maha Kasih menemani kita semua. Dan, kita semua bisa menyelamatkan nyawa manusia, teman kita, saudara kita, kalau kita disiplin (prokes),” ungkap Luhut mengakhiri jumpa pers. info/red