PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Webinar Nasional GMKI, Menelaah Potensi Diskriminasi dalam Peraturan dan Kebijakan Pemerintah Daerah Lebih Jauh

Surabaya,pustakalewi.com – Pengurus Pusat GMKI M.B 2020-2022 mengadakan Webinar Nasional bertajuk “Perilaku Diskriminasi Terhadap Umat Kristen Pada Peraturan dan Kebijakan Pemerintah Daerah” pada Selasa (7/9/2021). Melalui Bidang Akspel Sekretaris Fungsi Gereja, Webinar Nasional kali ini akan membahas mengenai proses dan persoalan Gereja yang terjadi di Indonesia. Selain itu, diskusi dalam Webinar Nasional ini akan memberikan referensi untuk menyuarakan hak kebebasan beragama berdasarkan UUD 1945.

Acara ini diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting, dan dimulai pada pukul 15.00 WIB. Acara diawali dengan sambutan oleh Prima Surbakti selaku Ketua Bidang Akspel PP GMKI. Adapun Sekretaris Fungsi Gereja PP GMKI, Felix Pusop, bertugas sebagai moderator dalam acara ini. Ada empat pembicara yang hadir sebagai narasumber pada webinar kali ini, dan masing-masing diberi waktu untuk memaparkan materi.

Keempat pembicara tersebut adalah Jannus Pangaribuan selaku Dir. Urusan Agama Kristen – DBK. Kemenag RI, Pdt. Jahja A. Millu yang merupakan Pdt. GMIT Kupang, Dr. Sahat Sinaga SH.M.Kn selaku Sekretaris Jenderal PNPS GMKI, dan Pdt. Henry Dunant Sirai SH yang merupakan Ketua BPD GBI Sumbar.

Mereka berempat menyampaikan pandangannya masing-masing mengenai apa itu diskriminasi. Selain itu, mereka juga satu suara bahwa umat Kristen tidak boleh menjadi umat yang eksklusif. Jangan hanya bertindak ketika umat Kristen diperlakukan diskriminatif, tetapi diam saja ketika saudara yang berkeyakinan lain mendapat perlakuan yang sama.

Tidak hanya sampai di sana, keempat pembicara juga mengajak Umat Kristen untuk menaati prosedur hukum yang berlaku, karena Indonesia adalah negara hukum. Jika menemukan Perda yang berpotensi mendiskriminasi pihak tertentu, silakan laporkan kepada pihak yang berwenang.

Webinar Nasional ini berlangsung selama tiga jam. Peserta webinar diberi kesempatan untuk tanya jawab secara langsung kepada empat narasumber di akhir acara. (PJ)