PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Paralimpiade Tokyo 2020 Prestasi Membanggakan Ratri/Khalimatus Membuka Era Emas Indonesia

medali emas
Medali emas

Tokyo – Luar biasa. Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah membuka era emas Indonesia pada pesta olahraga dunia terakbar atlet disabilitas, Paralimpiade, untuk mensejajarkan diri dengan rekan-rekannya di ajang Olimpiade yang memulai mengukir emas di Barcelona 1992.

Ratri/Khalimatus membuka era emas Merah Putih setelah berhasil merebut medali emas ganda putri SL3-SU5 cabang olahraga para bulutangkis di Paralimpiade Tokyo 2020, Sabtu (4/9/2021).

Sukses bersejarah itu dicatat Ratri/Khalimatus setelah dalam pertandingan final menaklukkan pasangan China, Cheng Hefang/Ma Huihui dua gim langsung 21-18, 21-12.

Kejayaan Ratri/Khalimatus  di Yoyogi National Stadium, mengharumkan lagi cabang bulutangkis sebagai andalan di ajang pesta olahraga tingkat dunia.

Pada pasta olahraga Olimpiade, bulutangkis selain membuka era emas melalui pasangan cinta Alan Budikusum dan Susy Susanti juga selalu menjadi pahlawan penyelamat tradisi emas Indonesia.

Kemenangan bersejarah  Ratri/Khalimatus disambut gembira oleh Chef de Mission kontingen Indonesia, Andi Herman.

“Luar biasa, luar biasa dan luar biasa. Itulah hasil maksimal yang diraih pemain Indonesia karena berhasil meraih medali emas pertama bagi kontingen Indonesia,” ucap Andi Herman.

Ungkapan kegembiraan dan rasa syukur juga terucap dari mulut Ketua NPC Indonesia, Senny Marbun.

“Luar biasa. Sejak kita pertama kali datang ke Tokyo, medali emas inilah yang kita harapkan. Akhirnya kita pecah telor dengan berhasil meraih emas,” kata Senny Marbun.

“Terima kasih kepada Tuhan dan terima kasih  atas dukungan seluruh masyarakat Indonesia atas raihan medali emas ini. Semoga besok atas ijin Tuhan, kita akan meraih medali emas lagi,” tambah Senny.

Sebelum medali emas yang diraih Ratri/Khalimatus, Indonesia telah menambah satu medali perak juga dari para bulu tangkis tunggal putra SU5 melalui Dheva Anrimusti dan perunggu dari Suryo Nugroho.

Kesempatan Indonesia untuk menambah medali emas masih terbuka lebar. Masih ada dua wakil Indonesia yang akan tampil di dua nomor final.

Ratri akan tampil di final tunggal putri SL4 melawan pemain Tiongkok, Cheng Hefang pada pukul 07.00 WIB. Ratri kemudian akan kembali tampil di final ganda campuran SL3-SU5 berpasangan dangan Hary Susanto untuk melawan pasangan Prancis, Mazur Lucas/ Noel Faustine pada pukul 10.15 WIB. Info/red