PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Gelar Pembelajaran Tatap Muka Global Sevilla School Terapkan Prokes Ketat

global sevilla

Jakarta – Selama hampir 2 tahun, akhirnya pemerintah kembali mengizinkan satuan pendidikan menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas. Sejumlah sekolah telah memulai PTM terbatas sejak Senin (30/8/2021).

Global Sevilla School, menjadi salah satu sekolah yang mendapat izin untuk menjalani PTM Tahap 1 dengan menerapkan prosedur protokol Kesehatan (prokes) ketat sesuai arahan pemerintah.

“Dari awal sekolah kami sudah menerapkan kesiapan blended learning di mana kami siap menjalani kegiatan belajar mengajar secara daring ataupun secara tatap muka. Di sini kami berkomitmen dan memastikan kedua metode tersebut mendapatkan kualitas yang sama tanpa membedakan satu metode dengan metode lainnya, “ kata Superintendent Global Sevilla School Michael Thia, Jumat (3/9/2021).

Menurut Michael, antusiasme peserta didik dan orang tua siswa terhadap PTM ini sangat baik. Hal ini dikarenakan mempermudah anak berinteraksi dengan guru serta interaksi sosial di sekolah untuk kesehatan mental dan kesejahteraan mental para siswa.

Dikatakan Michael, Global Sevilla School mematuhi syarat- syarat peraturan Perundangan Nomor 883 Tahun 2021 untuk menjalani Pembelajaran Tatap Muka Tahap 1 dari keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

Adapun syarat tersebut meliputi; kapasitas murid yang menjalani PTM hanya boleh 50% dari total kapasitas, lalu fasilitas- fasilitas serta infrastruktur yang dibutuhkan pengadaan dari sekolah disiapkan secara lengkap untuk menerapkan prokes seperti wastafel di setiap kelas, penyediaan hand sanitizer di setiap sudut lokasi lantai dan sebagainya.

Lalu juga prokes seperti menjaga jarak minimal 1,5 meter dengan sesama, melakukan pengecekan suhu tubuh, memastikan memakai masker dengan benar, dan lainnya.

“Meskipun telah menjalani peraturan protokol kesehatan, kami sadar atas kemungkinan terjadinya penyebaran Covid-19 di lingkungan Sekolah. Kita harus beradaptasi untuk hidup bersama dengan kondisi new normal saat ini. Kita membutuhkan kerjasama dan dukungan dari seluruh anggota komunitas sekolah,” ujarnya.

Selanjutnya, Michael mengatakan, para guru yang kembali menjalankan PTM terbatas ini sudah lulus dalam menjalani pelatihan komitmen bersama sekolah PTM. Selain itu, sudah dalam keadaan tervaksinasi dengan standar yang ditetapkan pemerintah.

“Kami juga sudah menjadi sentra vaksinasi untuk menyelenggarakan kegiatan vaksinasi untuk para pelajar di sekolah kami. Anak-anak sudah divaksin semuanya. Kita sudah dua kali menjadi tempat sentra vaksin untuk anak-anak murid Global Sevilla school di atas usia 12 tahun, yang terpenting adanya izin dari orang tua,” papar Michael.

Michael menyebutkan, Global Sevilla School sudah mendapatkan proses pengawasan dan verifikasi persiapan matang dalam PTM terbatas dari pemerintah.

Kendati demikian, Michael mengatakan, pihak sekolah tetap menjalankan skema pembelajaran blended learning atau campuran. Namun, sekolah memberikan kebebasan bagi orang tua untuk menentukan atau mengizinkan apakah anaknya diperbolehkan untuk menjalani PTM terbatas atau tetap mau melakukan pembelajaran secara daring.

“Disini kami siap untuk memberikan pelayanan dengan kualitas sama apapun yang menjadi keputusan dari orang tua,” ucapnya.

Michael menyebutkan, pihaknya juga membuat jadwal kelas sesuai arahan yang tercantum pada kebijakan PTM. Semua pribadi diwajibkan mengisi form monitoring kesehatan untuk mengetahui tracing Kesehatan. “Sekolah kami hadir dan siap menjalani visi misi kami dengan mematuhi arahan dari pemerintah,” katanya. info/red