PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Dirjen Bimas Kristen: Umat Kristen Harus Menjadi Teladan di Masa Seperti Sekarang Ini

Jakarta – Selasa (17/08), Dalam rangka HUT ke-76 Republik Indonesia, Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Thomas Pentury didampingi Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt.Gomar Gultom menjadi narasumber pada acara Mimbar Agama Kristen dengan topik “Kemerdeka Untuk Menjadi Berkat Bagi Orang Yang Ada Di Sekitar Kita” yang tayang di TVRI Saluran Pemersatu Bangsa.

Membuka perbincangan, Thomas Pentury menerangkan bahwa semua orang sudah mengenal kata merdeka, merdeka itu bebas, bebas dari penjajahan, bebas dari ketergantungan,  kemiskinan dan bebas dari segala macam ancaman, bebas dari rasa takut, bebas dari tekanan, namun bebas juga bukan berarti kebablasan, kita tetap harus mengingat agar tidak menyalahgunakan kebebasan yang telah memerdekakan itu.

“Bukan berarti karena merasa sudah merdeka, bebas dan tidak mau tahu aturan, tidak mau tahu segala kepentingan orang lain, kita juga harus tetap peka terhadap kondisi yang terjadi di sekitar kita,” kata Thomas.

Ia juga mengungkapkan, merdeka itu berharap kita dapat melakukan sesuatu yang berguna bagi bangsa dan negara. Hal terpentingnya adalah bagaimana mengisi kemerdekaan itu.

“Kita  harus tahu bagaimana cara kita untuk menjadi berkat dan menjadi contoh teladan dan menjadi berkat bagi sesama dalam mengisi kemerdekaan. jadi prinsipnya adalah bebas untuk bisa mengisi kemerdekaan dari perspektif pembangunan bagi bangsa dan Negara,” tegasnya.

Mendukung pernyataan Dirjen, Ketua PGI mengutarakan, “Para pendiri bangsa kita mengatakan dalam pembukaan undang-undang dasar kita, bahwa kemerdekaan itu bukan semata karena niat luhur mereka untuk berjuang, niat luhur mereka untuk mempersatukan bangsa, tapi ada pengakuan bahwa ini adalah karena rahmat Tuhan. Ini persis seperti orang Israel yang mengatakan, kemanapun engkau pergi, di manapun, dalam suasana bagaimanapun, ajarlah generasi muda, ajarlah anak-anak mu untuk mengakui bahwa kita dibebaskan oleh Allah dari perbudakan di Mesir.”

“Itu juga pengakuan kita sekarang, kemerdekaan kita ini adalah anugerah Tuhan, maka kita punya tanggung jawab untuk menjadikan kemerdekaan sebagai berkat bagi semua,” kata Pdt. Gultom.

Saya mengimbau seluruh penyelenggara pendidikan di perkotaan untuk membuat keseimbangan, juga memberi perhatian kepada daerah-daerah yang tertinggal supaya kemerdekaan itu sungguh-sungguh berlaku bagi seluruh anak bangsa di kota, maupun di desa, di barat maupun Timur itu tugas dan tanggung jawab kita untuk mengisi kemerdekaan ini,” tutup Pdt. Gomar seraya berdoa.info/red