PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Yayasan Sosial Dharma Warga Bagi Sembako Dalam Rangka Sembahyang Rebutan Masa Pandemi

Yayasan Dharma Warga

Surabaya – Bila datang ke Gedung Yayasan Sosial Dharma Warga pastilah terlihat keguyuban antara anggota dan pengurus yayasan. Juga ketika ada pembagian sembako, pihak pengurus yayasan menginformasikan kepada seluruh anggota.

Semua anggota akan hadir tepat waktu di Gedung Yayasan Sosial Dharma Warga, Jl. Sulung no 31 Surabaya. Mereka mengantri dengan tertib, menunggu instruksi pengurus, lalu absen sambil menunjukkan kartu anggota untuk mengambil sembako.

Seperti hari ini, Sabtu 7 Agustus 2021 dilanjutkan besok Minggu (8/8), Aneng Ketua Yayasan Sosial Dharma Warga membagikan 550 paket sembako berupa beras kepada semua anggotanya dalam rangka “Sembahyang Rebutan” sekaligus membantu ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Sembako dibagi setiap jam, sebanyak 20-30 anggota mengambil paket beras. Juga mengambil undian berupa sabun colek, sabun cair, minyak goreng, sarden, sepatu, sandal dan pakaian. Yang kami bagikan ini sisa logistik donasi dari para donatur,” jelas Aneng di sela kegiatan berlangsung.

Pengambilan sembako sengaja diatur per jam untuk menghindari kerumunan. Dimana pengurus yayasan mematuhi peraturan pemerintah yakni Prokes juga masih berlangsungnya PPKM Level 4.

Aneng menjelaskan bahwa dirinya terus mengikuti perkembangan berita tentang varian terbaru Covid-19. “Saya harus mengikuti berita varian Covid-19 dan menginformasikan kepada anggota. Saya ingin mereka selalu menjaga kesehatan dan terhindar dari Pandemi,” harap Aneng yang berbagi tips sehat selama pandemi dengan banyak berfikir positif selalu, selain mengonsumsi makanan sehat.

Sembahyang Rebutan atau Festival Zhong Yuan Jie (中元节) jatuh setiap tanggal 15 bulan 7 Imlek. Tahun 2021 ini Sembahyang Rebutan jatuh pada Minggu, 22 Agustus 2021. Sembahyang Rebutan merupakan tradisi perayaan bagi para arwah dalam budaya Tionghoa.

Pada Sembahyang Rebutan, Vihara-vihara dan rumah abu mengadakan upacara sembahyang “jit gwee“, atau sembahyang Cioko, atau sembahyang Ulambana (Yu Lan Pen Hui; versi Buddhisme).

Dalam upacara ini, ketika selesai persembahyangan, maka semua persembahan makanan diatas meja sembahyang dibagikan dan diperebutkan warga sekitar yang hadir menyaksikan.

Makanya di Indonesia upacara ini disebut “Sembahyang Rebutan“, karena persembahan yang diberikan. Selain diperebutkan para arwah yang kelaparan, juga diperebutkan warga. Biasanya pada Sembahyang Rebutan dibagikan pula hasil bumi agar bisa beramal kebajikan bagi para leluhurnya. (RA)