PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Pembangunan SPBU Shell Simo Magersari Pemilik Toko Sembako Tidak Setuju

Surabaya – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell yang berlokasi di Jalan Raya Magersari, Kelurahan Simomulyo terus menuai protes dan penolakan warga sekitar. Sebelumnya Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Simomulyo tanggal 21 Februari 2021 telah melayangkan surat keberatan kepada Kepala Satpol PP Kota Surabaya atas dibukanya SPBU Shell di wilayahnya.

Kali ini giliran Johny Susanto, pemilik toko kelontong yang berada persis di samping SPBU Shell itu ikut angkat bicara. Kepada suaramandiri.com, Rabu (04/08/2021), Johny, panggilan karibnya, menegaskan dirinya dan beberapa warga lainnya, yakni Umar Kalam, Istianah, Njo Willy, Widyan Susanto, dan Maula Andriani menyatakan tidak setuju dibukanya SPBU Shell tersebut.

Pihaknya sudah mengirim surat pernyataan tidak setuju kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya pada  Februari 2021 dan Walikota Surabaya, Maret 2021 lalu.

Ada tiga alasan yang membuat Johny dan lima warga lainnya tidak setuju dibangunnya SPBU Shell di Jalan Simo Magersari. Pertama karena pembangunan tersebut berpotensi membahayakan lingkungan (bahaya kebakaran ataupun untuk pencemaran udara).

Kedua, adanya pembangunan itu berpotensi menganggu ketentraman dikarenakan tempat tinggal yang mereka tempati merupakan ruko (tempat usaha sekaligus tempat tinggal). Ketiga sebelum adanya surat pengumuman dari DLH,”Kami (Johny dan kawan-kawan, Red.) belum sekalipun menyatakan persetujuan atas dibangunnya SPBU tersebut dan anehnya surat tersebut sudah diterbitkan,” jelasnya.

“Namun sampai saat ini hanya DLH Kota Surabaya yang membalas. Sedangkan Wali Kota Surabaya belum membalas surat kami,” imbuhnya sambil menunjukkan copy data surat balasan dari DLH Kota Surabaya.

Surat jawaban pengaduan DLH Kota Surabaya dibuat tanggal 25 Maret 2021, sebagai tindak lanjut pengaduan Widyan Susanto berisi hasil peninjauan lapangan oleh DLH Kota Surabaya bersama Kecamatan Sukomanunggal dan Kelurahan Simomulyo pada tanggal 23 Maret 2021 di lokasi proyek pembangunan SPBU di Jalan Simo Magersari.

Selanjutnya, ditemukan fakta-fakta sebagai berikut yakni, bahwa benar lokasi yang akan dibangun SPBU Shell berada di Jalan Simo Magersari Nomor 115-117 Surabaya. Bahwa lokasi masih belum ada pembangunan dan berupa lahan kosong. Bahwa sudah memiliki Nomor Rekom UKL-UPL 660 1/590/436.7 12/2020 tanggal 27 November 2020. Bahwa sudah memiliki Izin Lingkungan (IL) Nomor 188.4/1746/KEP/436.7.12/2020 tanggal 27 November 2020.

Hasil peninjauan lapangan oleh DLH Kota Surabaya bersama Kecamatan Sukomanunggal dan Kelurahan Simomulyo pada tanggal 23 Maret 2021 di lokasi pengadu (Johny Susanto dkk, Red) ditemukan fakta-fakta bahwa benar lokasi yang akan dibangun SPBU Shell beralamat di Jalan Simo Magersari Nomor 115-117. Pengadu merasa keberatan dengan adanya rencana pembangunan SPBU Shell yang beralamat di Jalan Simo Magersari Nomor 115-117. Pihak pengadu tidak mau menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Terkait hasil pengaduan terhadap proyek pembangunan SPBU Shell di wilayah Kelurahan Simomulyo, tidak ditemukan pencemaran dampak lingkungan sehingga pengaduan dinyatakan selesai oleh DLH.

Lurah Simomulyo, Sukardi, Kamis (05/08/2021) mengatakan sikap tidak setuju LPMK Kelurahan Simomulyo dan Johny Susanto dkk atas pembangunan SPBU Shell di Jalan Simo Magersari sudah difasilitasi Satpol PP Kota Surabaya.

“Sementara klir (selesai),” tutupnya.

Sementara itu, Frangky sebagai pemilik lahan di Jalan Simo Magersari yang disewa pihak Shell untuk dijadikan SPBU itu, Kamis (05/08/2021) menyarankan awak media ini menghubungi Ferry dari pihak Shell yang bertanggung atas proyek pembangunan SPBU tersebut.

Sayangnya, Ferry yang disebut Frangky itu sampai berita ini diturunkan masih belum dapat dikonfirmasi. Pasalnya, ponsel milik Ferry, Kamis (05/08/2021) sekitar pukul 18.59 WIB tidak aktif atau mati.info/red