PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Panglima TNI Cek Penerapan Aplikasi Silacak di Wilayah Madiun Raya

panglima TNI

Madiun – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito dan Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto melaksanakan rangkaian kunjungan kerja di wilayah Madiun. Usai meninjau Puskesmas Balerejo, rombongan Panglima TNI mengecek kesiapan tenaga tracer Covid-19 di Aula Makodim 0803/Madiun, Minggu (1/8).

Dalam kunjungannya Panglima TNI meninjau secara langsung kesiapan para petugas tracer dari TNI – Polri. Para Babinsa, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan sebagai tracer turut dihadirkan di Aula Makodim 0803/Madiun. Mereka nantinya akan melakukan pelacakan secara digital.

Panglima TNI juga menyerahkan bantuan laptop bagi tenaga Tracer dengan dilengkapi Aplikasi Silacak bagi tenaga Tracer yang akan bertugas di lapangan.

“Semoga bantuan laptop ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dengan data akurat yang dilaporkan tracer, maka langkah-langkah tepat dalam penanganan Covid-19 akan dapat dilakukan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama Panglima TNI juga berkenan menerima paparan dan berdialog dengan salah satu Babinsa terkait pengoperasian Aplikasi Silacak. Panglima TNI juga memuji petugas tracer dari TNI – Polri (Babinsa, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas) terkait kesiapan dan kemampuannya dalam penggunaan aplikasi Silacak.

“Saya merasa bangga dengan Babinsa, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas, saya
melihat mereka sudah memahami tugasnya, sehingga diharapkan dengan kesiapan para petugas lapangan dapat mempercepat penanganan Covid-19 dan pandemi ini segera berkahir,” harapnya.

Lebih lanjut Panglima TNI berpesan untuk terus menerapkan minimal 3M dan 3T. Kolaborasi 4 pilar sangat diperlukan dalam pelaksanaan pelacakan kontak erat yang merupakan komponen penting dalam pemutusan rantai penularan COVID-19.

“Dengan kolaborasi ini diharapkan dapat mendeteksi lebih dari 80% kontak erat dari kasus konfirmasi. Kuncinya pada penerapan 3M dan 3T,” pungkasnya.info/red