PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Pertemuan Virtual Menkopolhukam Dengan MPH Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia

menkoolhukam PGI

Jakarta – Menteri Kooordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD bertemu dengan Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH PGI) secara virtual di Jakarta, pada Rabu malam (28/7) dengan suasana yang hangat dan terbuka. Menkopolhukam menyampaikan pertemuan virtual dilakukan karena kondisi pandemi yang biasanya dilakukan secara tatap muka dengan lembaga keumatan lainnya.

“Kami biasanya bertemu secara tatap muka dengan lembaga keumatan secara langsung namun karena pandemi silahturahim atau menjalin hubungan baik tetap dilakukan. Sebelumnya kami juga bertemu dengan NU, Muhamdiyah, Katolik dan lainnya dan malam ini dengan PGI,” kata Menko Mahfud. Menko Mahfud didampaingi sejumpah Deputi dan Staf Ahli.

Selain Ketua Umum PGI, MPH dan staf PGI lain yang hadir, antara lain Sekretaris Umum Pdt. Jacky Manuputty, Wakil Sekretaris Umum Pdt. Krise Gosal, Wakil Bendahara Pnt. Arie Moningka, Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan Pdt. Jimmy Sormin, Sekretaris eksekutif Bidang Keadilan dan Perdamaian Pdt. Henrek Lokra, Kepala Biro Papua Ronald Tapilatu, Kahumas Philip Situmorang dan Asisten Sekum Herman Lumbantoruan.

Dalam kesempatan itu Menkopolhukam mempersilahkan pimpinan PGI menyampaikan beberapa hal yang berkaitan apa yang dirasakan dalam kondisi pandemi dan saran bagi Menkopolhukam.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Pdt. Gomar Gultom menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas pertemuan virtual yang terjadi antara PGI dan jajaran Menkopolhukam. Ketum Pdt. Gomar juga menyampaikan di masa pandemi, masyarakat cukup kuat menghadapi pandemi. “Terkait masalah pandemi Covid, kami melakukan banyak perjalanan dengan protokol yang ketat hingga kepelosok desa dan kami melihat warga kita cukup kuat dengan kearifan-kearifan yang dimiliki, hanya saja warga mengalami kegalauan dengan perkembangan informasi lewat medsos yang muncul dengan adanya kepentingan-kepentingan kelompok tertentu yang muncul. Dan masyarakat kita paham betul situasi ini dan mendoakan para peminpin kita untuk tetap kuat dalam memimpin. Oleh karena itu diperlukan komunikai yang intens, yang cukup kuat. Karena ada warga jemaat yang lebih percaya medsos dari pada pimpinan gerejanya dan ini membutuhkan kerjasama untuk mengatasinya,”kata Pdt. Gomar.

Ketum juga menambahkan, PGI bersama bersama pimpinan gereja meluruskan informasi dan memakai saluran komunikasi yang jelas dan meminta gereja-gereja untuk menaati aturan kesehatan danmendukung program pemerintah terkait vaksinasi. “Di kantor PGI kami sudah melakukan vaksinasi tahap pertama dan kedua. Lalu, kami mendorong gereja-gereja untuk mengubah fasilitas gereja yang dipunyai, seperti ruang pertemua dan guest house untuk menjadi tempat isolasi mandiri,”ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Sekretaris Umum PGI Pdt. Jacky Manuputy menambahkan, PGI membantu pemerintah dalam pandemi dengan membentuk Gereja Melawan Covid yang dibentuk pada bulan Maret 2020 dan dalam perkembangannya bukan saja soal kesehatan tapi juga ada tiga hal. “Pandemi menyentuh wilayah ketahanan masyarakat di lapisan bawah. Jarak antara masyarakat yang memiliki sumber daya dan yang tidak memiliki sumber daya cukup besar sehingga menyulut penolakan kebijakan pemerintah. Krisis kedua, yaitu menjadi ladang subur terhadap politisasi untuk melawan pemerintah dengan perkembangan pandemi ini, khususnya di medsos yang menyerang soal tenaga kerja asing sehingga di masyarakat berkembang sterotipe pada kelompok asing dan ini memikis kepercayaan pada pemerintah dan juga adanya pertarungan politik menjelang 2024. Krisis ketiga yang kami amati, terjadi peguatan negara yang memunculkan konflik opensif dan defensif yang menghadirkan banyak buzzer yang melemparkan narasai-narasi yang justru membuat banyak perbedaan,” kata Pdt. Jacky.

Pdt.Jacky menambahkan, gereja hadir sebagai sumber pengelolaan makna untuk mengelola pandemi, untuk membela kehidupan dan itu disampaikan lewat media online dan medium lainnya atau juga lewat artikel-artikel atau tool kreatif kreatif lainnya. “Gereja memposisikan diri sebagai pengola informasi dan kita dorong untuk melakukannya menjad lebih baik. Kami berharap kita bertindak bersama lewat tindakan-tindakan solideritas kemanusian yang bisa disounding oleh pemuka agama dan kemudian lewat tindakan konkret satu dengan yang lain dalam situasi pandemi ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Wakil Sekretaris Umum Pdt. Krise Gosal juga menyampaikan ucapan terima kasih pada Satgasnas Pemeriintah karena PGI banyak dibantu. “Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan khususnya bagi RS Immanuel Bandung yang dibantu pengadaan oksigen dan juga bantuan-bantuan lainnya oleh Satgasnas,” kata Pdt. Krise.

Biro Papua yang diwakili Ronald Tapilatu juga menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi, antara lain mengapresiasi karja-kerja dalam penanganan kasus Pdt. Yeremia sehingga bisa terjadi. Juga mengapreasi terhadap tindakan tegas Panglima TNI terhadap kasus Merauke yang dipercaya ada koordinasi dengan Menkopolhukam. “Soal situasi di Puncak Jaya dan Intan Jaya dan sekitarnya selain didiminta mengatasi kelompok teror dan pengungsi akibat persoalan yang terjadi sehingga ada juga banyak anak-anak yang menjadi korban karena tidak bisa sekolah akibat mengungsi. Dan persoalan ini perlu bersama-sama ditangani dan endapat perhatian khusus. Juga terkait dengan revisi otsus yang menjadi protes dan masalah juga perlu diberi perhatian khusus dari pemerintah pusat. Persolan lainnya karena Papua juga sudah masuk dalam PPKM Level 4, apakah perlu ditinjau ulang soal PON yang akan dilaksanakan 3 buan mendatang. Apakah PON ini ditunda, atau dipaksa dilaksanakan karena dalam kondisi ini dapat memicu banyak yang terpapar,” kata ronald.

Menko Mahfud dengan lugas menanggapi setiap masukan dan saran dari pimpinan PGI mulai dari persoalan penangan pandemi, pengelolaan informasi, posisi PGI hingga persoalan Papua. “Berbagai persoalan yang terjadi yang disampaikan sama seperti yang dilakukan pemerintah sehingga perlu terus menerus dialog dilakukan untuk perbaikan ke depan. Terima kasih atas informasi yang telah disampaikan,” kata Menko Mahfud mengakhiri pertemuan virtual tersebut.info/red