PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Lembaga Survei: Elektabilitas Partai Gelora Kalahkan Hanura dan Berkarya

Partai Gelora

Jakarta – Kader Partai Gelora Indonesia kini sudah mencapai 300.000 orang. Setiap anggota yang terekrut, secara simultan sedang mengikuti program orientasi dan kepemimpinan. Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Gelora Indonesia, Mahfuz Siddiq, Minggu (1/8/2021).

“Jumlah kader saat ini lebih dari 300.000 orang dengan angka pertumbuhan jumlah anggota sangat progesif, mencapai 2.000 orang per hari,” kata Mahfuz.

Menurut Mahfiuz, struktur Partai Gelora secara nasional sudah hampir rampung. Partai Gelora telah memiliki kepengurusan 100% tingkat DPW (provinsi) dan DPD (kabupaten/kota), serta DPC (kecamatan) sebanyak 80%.

“Di tengah situasi sulit, partai kami telah memiliki struktur di 80% kecamatan, dan akhir tahun ini akan kami tuntaskan 100% atau 7.235 DPC,” ucap Mahfuz.

Mahfuz menuturkan mayoritas kader Partai Gelora adalah anak-anak muda, dari berbagai latar belakang, termasuk anggota partai politik (parpol) lama. Dikatakan, segenap kader mengusung semangat kolaborasi di tengah pembelahan masyarakat yang sangat parah saat ini.

Lembaga survei Suara Milenial Institute merilis hasil survei terbaru tentang elektabilitas parpol di tengah pandemi Covid-19, Jumat (29/7/2021). Dalam survei itu terlihat elektabilitas Partai Gelora Indonesia sebagai partai baru, mencapai 1,5%. Namun, Partai Gelora sukses menggeser elektabilitas beberapa partai lama.

Pengambilan sampel menggunakan metode random sampling melalui telepon. Margin of error 3,01%, pada tingkat kepercayaan 95%. Survei menunjukkan partai-partai lama mengalami penurunan elektabilitas. Partai Gelora meraih 1,5%, hampir dua kali lipat dibandingkan Partai Ummat 0,8%, dan Partai Masyumi 0,4%.

Elektabilitas Partai Gelora, bahkan mengalahkan partai-partai lama, seperti Partai Berkarya 0,5%, Partai Hanura 0,4%, PBB 0,3 %, Garuda 0,2%, dan PKPI 0,1%. Survei dilaksanakan pada 15-22 Juli dengan total responden sebanyak 1.000 orang.

Hasil ini menambah deretan daftar lembaga survei yang terus mengunggulkan elektablitas Partai Gelora sebagai pendatang baru dalam kancah perpolitikan Indonesia. Sebelumnya ada lembaga survei Parameter Politik Indonesia dan Rekode Research Center.

“Alhamdulillah. Angka 1,5% sebagai bukti bahwa kerja struktur dan anggota partai berjalan semakin efektif. Dalam situasi pandemi, tidak mudah untuk melakukan konsolidasi apalagi bagi partai baru. Saya bersyukur semua itu tidak dianggap sebagai hambatan bagi para kader,” kata Mahfuz.

Mahfuz mengatakan Partai Gelora mulai mengembangkan komunikasi politik melalui berbagai platform media sosial. Hal ini dilakukan Partai Gelora dalam rangka berpartisipasi untuk memberikan edukasi tentang pandemi Covid-19 agar masyarakat diberikan informasi yang benar secara saintifik, keagamaan, medis dan sosial.

“Saat ini kami berpartisipasi dalam program informasi edukasi tentang pandemi Covid-19. Kami lakukan dengan pendekatan keagamaan, medis dan juga sosial. Hal ini saya kira ikut meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap Partai Gelora,” demikian Mahfuz.info/red