PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Kemendikbud Ristek Nadiem Borong Laptop untuk Digitalisasi Pendidikan

Nadiem

Jakarta – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim terus mendorong percepatan digitalisasi pendidikan di Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan yakni dengan belanja 240 ribu laptop untuk sekolah di seluruh jenjang pendidikan.

Duit negara yang digelontorkan untuk pengadaan tersebut mencapai Rp2,4 triliun. Nadiem Makarim mengklaim telah mengirimkan 190 ribu komputer jinjing kepada 12 ribu sekolah se Indoensia.

Nadiem mengatakan pihaknya hanya akan membeli laptop produk dalam negeri. Hal itu selain untuk mempercepat digitalisasi pendidikan di tanah air juga untuk memulihkan perekonomian dalam negeri.

Mas Mentri Nadiem juga meminta keseriusan pemerintah daerah serta dinas pendidikan untuk memanfaatkan alokasi dana tersebut.

“Butuh komitmen pemda dan dinas pendidikan di daerah sangat diperlukan untuk meningkatkan PBM (Proses Belajar Mengajar) di bidang pendidikan. Pemanfaatan PBM sangat luar biasa, untuk peningkatan SDM kita,” kata Nadiem dilansir dari RRI

Sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Inveatasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan untuk meningkatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pemerintah menggunakan produk dalam negeri untuk bidang pendidikan melalui pengadaan barang yang ditargetkan sebesar Rp17 triliun hingga 2024 mendatang.

“Selama empat tahun kedepan itu kita akan belanjakan, kita mau sebanyak mungkin secara bertahap nanti dibuat dalam negeri. Untuk anggaran 2021 di Kemendikbudristek dan pemda untuk pengadaan laptop sejumlah 431 ribu unit dengan nilai Rp3,7 triliun yang terdiri dari 189,165 unit senilai Rp1,3 triliun memalui APBN 2021 dan sebanyak 242 ribu sekian sebesar Rp2,4 triliun melalui DAK untuk (pengadaan) fisik pendidikan,” kata Luhut.

Pemerintah juga berupaya membangkitkan industri TIK dalam negeri melalu berbagai program antara lain penyediaan aset pemerintah dan sebagainya. Hal itu bekerja sama dengan pendidikan vokasi hingga akses permodalan.info/red