Site icon PUSTAKALEWI NEWS

Kisah Dibalik Tenda Biru Dapur Umum Kemensos

Surabaya – Detak jantung kehidupan terlihat dari tenda besar Kemensos, dimana dapur umum meracik aneka menu makanan siap saji, dan telur matang. Bantuan makanan dinantikan para petugas yang fokus melayani masyarakat di masa kedaruratan, agar tetap berjalan optimal.

Sebagai dapur umum, di dalam tenda ini tersedia bermacam peralatan pendukung. Ada wajan dan dandang berukuran jumbo, serta kompor gas. Di sana-sini, menjuntai selang bak belalai menghubungkan tabung gas elpiji dan kompor.

Waktu menunjukan pukul 16.25 WIB para relawan dari banyak pilar sosial berbagi tugas. Tim memasak baru saja usai bertugas dan tim pendistribusian mulai mengirimkan ribuan nasi kotak dan telur ke berbagai tempat yang telah ditentukan. Beragam peralatan memasak rehat sejenak. Proses memasak makanan baru saja berlalu.

Dari dapur umum di Jalan Arif Rahman Hakim nomor 131-133 di samping gedung Convention Hall Surabaya ini, memproduksi 5.000-6.000-an kotak makanan siap saji, dan sekitar 300-an telur matang, setiap hari. Pastinya bukan perkara mudah.

Para relawan ini berasal dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta Karang Taruna. Tagana dan pilar-pilar sosial bekerja dalam tiga shift yaitu pagi, siang dan sore hari.

Setiap shift diawaki sekitar 15 orang. “Jika sedang lengkap bisa mengirimkan 15 orang di setiap shift, jadi dalam sehari ada 45 orang bergantian. Tapi jumlahnya bisa berubah-ubah jika di antara keluarga karang taruna sedang ada yang sakit atau isoman,” kata perwakilan Karang Taruna Kota Surabaya Handik.

Namun raut wajah para relawan dapur umum itu tetap sumringah. Mereka selalu sigap dan tak tampak kesan lelah atau loyo. Semangat mereka makin terpompa dengan kehadiran Menteri Sosial Tri Rismaharini kemarin. Tentu karena tugas berat membantu masyarakat terdampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Matahari terus menuju tempat peraduan. Sementara tim distribusi satu demi satu terus mengirimkan makanan sesuai catatan pada whiteboard kepada masyarakat.

Makanan ditujukan kepada tenaga kesehatan, petugas penyekatan PPKM di lapangan seperti TNI-Polri, Satpol PP, dinas perhubungan, petugas makam, juga sebagian dari warga kurang mampu yang melakukan isolasi mandiri.

Handik pun bercerita Karang Taruna di Surabaya ada di 31 Kecamatan dan 154 Kelurahan. Karang Taruna yang terlibat di dapur umum Surabaya terdiri dari pengurus karang taruna Kota Surabaya, Karang Taruna Kecamatan se Surabaya, serta Karang Taruna Kelurahan se Surabaya.

Dari 31 Karang Taruna Kecamatan se-Surabaya yang bisa hadir ada sekitar 12 Kecamatan hal itu dikarenakan ada anggota Karang Taruna di beberapa Kecamatan yang sedang menjalankan isoman dan menjaga keluarga yang sakit.

Ditemani secangkir kopi hitam, Handik pun menuturkan berbagai kegiatan Karang Taruna di Surabaya selama pandemi Covid-19 di lingkungan masing-masing. Kegiatannya meliputi penyemprotan disinfektan, pembagian masker serta sosialisasi dan edukasi protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat.

“Selama pandemi Covid-19 kami bersama pilar-pilar sosial yang lainnya bergotong royong di lingkungan dan sejak 5 Juli membantu dapur umum. Kendala yang dihadapi misalnya masalah transportasi untuk pengiriman bantuan pada warga yang lokasinya cukup jauh dari Surabaya,” katanya.

Di Bandung, relawan juga bekerja tak kenal lelah. Dapur umum di Balai Wyata Guna Bandung mulai mengepulkan asap sejak pukul 03.00 dini hari ini menyediakan telur matang dan makanan siap saji.

“Pengelolaan Dapur Umum terbagi menjadi kelompok-kelompok yang terdiri dari tim memasak nasi, tim merajang sayur dan lauk-pauk, tim memasak sayur dan lauk-pauk, serta tim pengemas.

Di bawah tim gabungan yang terdiri dari para Taruna Siaga Bencana (Tagana) baik dari Kota maupun Kabupaten di wilayah Bandung, pegawai Dinas Sosial Jawa Barat, serta para pegawai Balai Wyata Guna dengan cekatan telah menghasilkan menu makanan seperti nasi, bistik, sambal goreng kentang, disertai juga buah jeruk, air mineral ini dengan sigap mempersiapkan kotak demi kotak nasi siap saji.

Kotak nasi yang kini terisi itu mulai dirangkai dalam tas-tas plastik oleh tim pengemas. Dengan menggunakan kendaraan pick up, mobil boks, dan juga truk berukuran sedang, satu-persatu paket makanan siap saji itu dalam hitungan menit telah terisi di perut kendaraan distribusi.

Dapur Umum Balai Wyata Guna Bandung berkapasitas menyediakan 3.641 bungkus telur matang, 2.500 nasi kotak, yang kemudian langsung disalurkan ke beberapa Rumah Sakit, Lembaga Kesejahteraan Masyarakat (LKS), warga isolasi mandiri terpusat, serta petugas-petugas di lapangan yang berjaga.

Sejumlah pihak yang menerima bantuan ini menyatakan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas bantuan-bantuan yang diberikan oleh Kemensos selama masa PPKM Darurat ini.

“Saya perwakilan dari Direktur RS. Al-Ikhsan Bandung mengucapkan banyak terima kasih kepada Kementerian Sosial, yang telah banyak membantu mengirimkan telur dan makanan siap saji. Kami tidak menyangka Kemensos sangat memperhatikan Tenaga-tenaga Kesehatan di Rumah Sakit kami,” kata Wakil Direktur SDM RS. Al-Ikhsan Hari Mursid.info/red

Exit mobile version