PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Tokoh Agama Kristen Dukung Pemberlakuan PPKM Darurat oleh Pemerintah

Surabaya,pustakalewi.com – Upaya pemerintah Indonesia untuk memutus penyebaran virus Covid-19 Indonesia patut diapresiasi secara positif. Seperti konferensi pers yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Juli 2021, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diperpanjang hingga 25 Juli 2021 mendatang. Apresiasi yang muncul berasal dari beragam kalangan salah satunya adalah dukungan dari para pemuka agama.

Berikut rangkuman beberapa pernyataan dukungan yang diberikan oleh para tokoh agama Kristen yang telah dikumpulkan oleh redaksi pustakalewi.com:

1. Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Jawa Timur mendukung pelaksanaan PPKM Darurat sebagai upaya pengendalian Covid-19. Sampai saat ini ancaman sangat mengkuatirkan karena kematian akibat Covid-19 masih tinggi. MUKI Jatim juga mendorong umat Kristen untuk tetap menegakkan protokol kesehatan. Gereja-gereja & persekutuan-persekutuan hendaknya dapat menahan diri untuk mengadakan tatap muka. Umat dihimbau untuk mendapatkan vaksinasi sebagai salah satu upaya mencapai kekebalan bersama. – Pdt. Drs Setiyo Buwono. M.A (Ketua MUKI Jatim)

2. Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Jatim mendukung program pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19, melalui PPKM Darurat. – Pdt. Timotius Kabul (Ketua BAMAG Jatim)

3. Ketaatan kita pada PPKM Darurat, wujud CINTA kita pada Tuhan dan Sesama juga Demi Penyelamatan Hidup serta Kelangsungan Hidup Umat Manusia. Sehati Bersinergi Seluruh Elemen Bangsa Mendukung PPKM Darurat Demi Keselamatan Bangsa – Pdt. Adieli Halawa, M.Th. (Sekretaris Umum Sinode GKIN)

4. PPKM darurat yang diperpanjang sampai tanggal 25 Juli 2021 harus mendapatkan evaluasi yang menyeluruh mengingat masih tingginya angka kematian dan angka keterisian rumah sakit. Di Jawa Timur diharapkan koordinasi lebih lanjut antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah mengingat pelaksanaan PPKM selama ini berbeda-beda di tiap pemerintah daerah. Akibatnya masyarakat kebingungan dan penegakan disiplin menjadi tebang pilih. – Santo Vormen (Koordinator JKLPK Region Jatim)

(Info/red)