PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Anggota DPRD Jatim HPL Minta Dugaan Pungli BLT Dilaporkan Polisi

HPL
Anggota DPRD Jatim Komisi E, Hari Putri Lestar

Surabaya – Dugaan pungutan liar (pungli) Bantuan Sosial Tunai (BST) COVID-19 dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) masing-masing bernilai Rp 300 ribu setiap bulannya di Desa Banget, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi mendapat tanggapan Anggota DPRD Jatim Komisi E, Hari Putri Lestari (HPL).

“Dilaporkan ke polisi jika ada bukti dan saksi atas pungli. Agar ada efek jera,” seru srikandi dari PDI Perjuangan ini, Senin (19/07/2021).

Reaksi keras Hari Putri Lesteri ini melansir berita di media ini yang gencar memberitakan dugaan penyunatan hak warga tidak mampu itu.

Kasno, warga Desa Banget, Jumat (17/07/2021) yang disebut bertugas mengumpulkan uang pungutan BST COVID-19 sebelumnya ‘buka suara’.

“Pengumpulan uang pungutan dari penerima BST COVID-19 yang terakhir terkumpul Rp 5 juta. Setiap penerima BST COVID-19 saya tarik Rp 100 ribu atas perintah dan disetor kepada Kamituwo, yaitu Bapak Juwarno (Kasun Ngadipait, Sunar Juwarno),” bebernya.

Kasno menambahkan uang Rp 5 juta yang diterima Kasun Ngadipait, Sunar Juwarno dikembalikan lagi sebesar Rp 2,5 juta.

“Jadi pungutan BST COVID-19 yang terakhir disetor oleh penerima senilai Rp 50 ribuan,” imbuhnya.

Ia mengaku tidak mengetahui uang hasil potongan BST COVID-19 setelah disetor kepada Kasun Ngadipait itu digunakan untuk apa. Kasno juga mengklaim tidak mendapat bagian sepeserpun dari jasanya mengumpulkan uang pungutan dari para penerima BST COVID-19.

Sementara itu, Kasun Ngadipait, Sunar Juwarno sampai berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi terkait pengakuan Kasno tersebut. Dihubungi melalui sambungan pesan dan suara WhatsApp (WA), Sabtu (17/07/2021) yang bersangkutan belum merespon meski ponselnya aktif.

Setali tiga uang, Kades Banget, Hariyono tampaknya memilih bungkam sewaktu dikonfirmasi soal dugaan pungli BLT DD dan BST COVID-19 di wilayahnya. Meski ponselnya aktif, Hariyono tidak pernah mau menjawab pesan atau panggilan konfirmasi dari awak media ini sejak Kamis (15/7/2021) hingga Sabtu (17/07/2021).

Sebelumnya, Sunar Juwarno saat dikonfirmasi lewat sambungan suara WA, Kamis (15/7/2021) mengaku tidak ada potongan BLT DD dan BST COVID-19, tetapi dasarnya atas kesepakatan bersama penerima BLT DD dan BST COVID-19.

“Bahasanya berbagi. Ada yang kasih Rp 100 ribu, ada yang Rp 150 ribu. Uang yang terkumpul itu diberikan kepada warga Desa Banget yang belum menerima bantuan BLT DD atau BST Covid-19 ,” elaknya.info/red