PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Siloam Hospitals Cikarang Jadi Rujukan Covid-19 Bekasi

silom hospiital
RS Siloam Hospitals.

Jakarta – Rumah Sakit (RS) Siloam Hospitals Lippo Cikarang ditunjuk oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjadi rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi.

RS Siloam Hospitals Lippo Cikarang merupakan unit rumah sakit di bawah payung PT Siloam International Hospitals Tbk sudah melayani pasien BPJS kesehatan sejak November 2014 lalu.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19, terdapat perbedaan antara kasus kontak erat, suspek, probable dan kasus konfirmasi positif Covid-19.

Direktur Utama RS Siloam Hospitals Lippo Cikarang, dr Albert Limanto, mengatakan, pasien biasanya datang ke rumah sakit dalam kondisi suspek, probable, positif atau pernah kontak erat dengan pasien Covid-19 dengan demam, batuk atau pilek dan sesak nafas.

“Gejala klinis pasien ini perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan tes usap antigen atau tes PCR,” kata Albert Limanto, Sabtu (17/7/2021).

Apabila hasil tes antigen atau PCR positif, pasien menjalani perawatan selama 14 hari.

Kriteria yang digunakan untuk menyatakan seseorang yang terinfeksi Covid-19 telah sembuh setelah dilakukan tes antigen atau PCR dengan hasil negatif.

“Ada beberapa wilayah yang mempunyai keterbatasan dalam mengakses tes PCR, kondisi seperti ini cukup dengan tes antigen saja. Kalau di Bekasi, terbilang mudah mendapat tes PCR, kriteria pasien sembuh dilakukan setelah menjalani tes PCR negatif,” imbuhnya.

RS Siloam Hospitals Lippo Cikarang telah memiliki laboratorium PCR sendiri, sehingga spesimen pasien Covid-19 tak perlu dibawa ke laboratorium milik pemerintah.

Dia mengatakan, apabila hasilnya masih tetap positif setelah menjalani perawatan 14 hari di rumah sakit, pasien diwajibkan melanjutkan isolasi mandiri di rumah selama beberapa hari ke depan, minimal satu pekan lagi.

Meskipun hasil PCR masih menunjukkan positif setelah perawatan 14 hari, namun virus di dalam tubuh pasien tak lagi menularkan kepada orang lain. Virus Covid-19 telah dilemahkan oleh antibodi pasien selama melakukan isolasi mandiri 14 hari.

Selanjutnya, pasien dapat melakukan tes antigen atau PCR secara mandiri karena tak lagi ditanggung secara gratis oleh rumah sakit atau puskesmas.info/red