PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Mengatasi Overthinking, Ursulah Kembali Juarai Kompetisi Akuntansi

Surabaya,pustakalewi.com – Mengantongi banyak pengalaman mengikuti serta menjuarai kompetisi dan olimpiade Akuntansi, tidak membuat Ursulah Diana Fitriani sepenuhnya percaya diri untuk menghadapi lawan-lawan di Kompetisi Accounting Revolution Time 6 (ART6) yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA.

Mahasiswi Jurusan Akuntansi Universitas Narotama tersebut mengatakan ia masih mengalami beberapa kesulitan di kompetisi kali ini. “Ada beberapa perbedaan di kompetisi ini yang membuat saya sedikit kesulitan. Salah satunya dari segi tahapan kompetisi, terutama pada saat babak final, kami para finalis diharuskan membuat essay dalam waktu sekitar 12 jam. Dari jam 7 malam sampai jam 8 pagi, jadi kami harus begadang untuk menyelesaikannya,” tuturnya.

Belum lagi, lanjut gadis kelahiran 14 Juli 2000 itu, para peserta yang mengikuti kompetisi ini berasal dari beberapa perguruan tinggi besar di Indonesia. Ursulah pun harus berusaha mengatasi overthinking yang ia alami karena harus berhadapan dengan peserta-peserta tersebut dan melakukan yang terbaik.

“Dalam setiap kali mengikuti kompetisi apapun, saya berusaha untuk melakukan yang terbaik karena setiap kompetisi akan menjadi pengalaman berharga yang berbeda-beda bagi saya. Banyak sekali perbedaan di lomba kali ini yang membuat saya jadi lebih terpacu dan percaya diri,” ujar lulusan SMK WACHID HASYIM 2 Surabaya itu.

Ursulah juga mengatakan, ia merasa pribadinya sedikit berubah antara sebelum dan sesudah meraih juara 2 kompetisi ART6. “Saya menjadi merasa lebih percaya diri karena ternyata saya bisa meraih juara 2 di kompetisi yang tingkat kesulitannya lebih tinggi dengan lawan-lawan yang lebih kuat. Pengalaman ini juga membuat saya banyak belajar dan menyadarkan saya bahwa saya harus terus memperkuat ilmu akuntansi karena peserta lain yang kemampuannya luar biasa,” ungkapnya.

Terkait bagaimana tetap bersemangat untuk belajar dan mengikuti kompetisi di masa yang sulit ini, Ursulah mengatakan ia selalu menyadari bahwa pendidikan tetap yang nomor satu. “Di mana pun kita nanti, menjadi apapun kita nanti, semua ditentukan oleh pendidikan kita. Sehingga saya berusaha untuk bisa fokus dan berani mencoba. Karena jika kita sudah mencoba hal-hal yang memacu semangat, motivasi kita untuk belajar akan terus bertambah,” lanjut dia.

Ia pun memberikan tips dan trik bagi teman-teman mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi dan meraih juara seperti dirinya. “Mungkin bisa dimulai dengan memiliki target belajar yang kemudian digunakan sebagai motivasi untuk mengikuti kompetisi. Jangan takut, yang penting dicoba saja dan berusaha. Serta selalu manfaatkan kesempatan dengan melakukan yang terbaik,” tutupnya.Info/red