PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Bupati Ipuk Beri Bantuan Uang Tunai pada Pemilik Warung dan PKL

bupati ipuk masker

Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengambil langkah cerdas untuk membantu warung kecil, PKL, dan sejenisnya di tengah PPKM Darurat. Bupati Ipuk akan memberikan dana bantuan uang tunai kepada ribuan pemilik warung kecil yang jam operasionalnya harus dibatasi selama masa PPKM Darurat 3-20 Juli.

”Tadi sudah saya rapatkan, malam ini tim lembur pendataan, satu atau dua hari lagi data awal sudah ada, dan dana kami percepat. Jangan dilihat nilainya, tetapi ini solidaritas semua, untuk membantu warung kecil, PKL, penjual gorengan dan sejenisnya yang jam operasionalnya harus dibatasi,” ujar Bupati Ipuk, Sabtu (10/7/2021).

Bupati yang diusung PDI Perjuangan itu membeberkan kondisi para penjual gorengan yang akan mengalami jam buka lebih pendek dari biasanya. Jika sebelumnya para pejual kaki lima itu bisa buka sampai tengah malam, di masa PPKM Darurat mereka akan tutup di jam tertentu.  

“Misal penjual gorengan, biasa buka sampai jam 22.00, sekarang harus tutup sesuai aturan di jam tertentu. Warkop biasanya sampai jam 24.00, bahkan dini hari, kan harus tutup dulu. Juga tidak boleh makan atau minum di tempat. PKL nasi goreng, makanan, dan sebagainya juga sama,” jelas Ipuk.

Bupati Ipuk juga menjelaskan, pihaknya berencana menyalurkan bantuan sebesar Rp 300.000 per warung kecil/PKL. Namun, dia menyadari bahwa nilai tersebut mungkin tidak bisa menutupi potensi hilangnya omzet para pelaku usaha ultra mikro tersebut.

“Namun, paling tidak semoga bisa membantu. Selain itu, kami juga memberikan paket sembako, termasuk menyasar PKL,” ujar Ipuk.

Dengan program bantuan untuk pedagang kecil tersebut, dia berharap dapat mengurangi mobilitas warga.

“Misal asumsi, biasanya di atas jam tutup sesuai aturan, tiap warung kecil/PKL melayani bisa 50-100 orang sampai tutup di waktu normal. Dengan program ini mereka insyaallah berkomitmen taat aturan, sehingga bisa mengurangi mobilitas hingga puluhan ribu orang,” ujarnya.

Istri Abdullah Azwar Anas ini juga meminta maaf atas kebijakan PPKM Darurat demi pengendalian Covid-19.

“Ini masa sulit. Saya minta maaf. Kalau mobilitas dikurangi, insyaallah penyebaran Covid-19 bisa ditekan. Semua rumah sakit sudah hampir penuh, tenaga kesehatan kewalahan, maka kami mohon semua sabar dulu. Belanja makan-minum boleh, tetapi harus dibawa pulang,” jelasnya.

Bupati Ipuk juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus berdoa dan berikhtiar bersama mengurangi penyebaran Covid-19.

“Berdoa, berselawat, diiringi ikhtiar protokol kesehatan, pemerintah daerah juga berikhtiar menambah bed, merekrut tambahan tenaga kesehatan, memperluas tes dan tracing, menyiapkan tempat isolasi. Dengan izin Allah SWT dan kebersamaan, masa sulit ini bisa dilalui,” harapnya.  

Sebelumnya, Pemkab Banyuwangi juga membagikan ribuan paket sembako kepada karyawan toko, PKL, dan pengemudi becak. Paket sembako diberikan melalui Satgas Covid-19 kabupaten, ada juga melalui Satgas Kecamatan.

”Juga ada sembako ke pengemudi becak, yang susah dapat penumpang karena tempat mereka menunggu penumpang di toko atau pusat perbelanjaan juga harus tutup,” pungkasnya.info/red