PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Berikut Barang Bukti Obat dan Vitamin yang diamankan dari ES

obat obatan
Ilustrasi obat

Surabaya – Wanita berinisial ES, 36 tahun, yang tinggal di perumahan elit Margorejo Indah, Surabaya berhasil ditangkap Polda Jatim. Ia dibekuk karena jual 43 jenis obat dan -vitamin untuk COVID-19 tanpa izin resmi.

ES yang sudah ditetapkan tersangka diduga menimbun berbagai jenis obat Covid-19 dan menjualnya dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET).

Modusnya, vitamin dan obat COVID-19 itu dijual di Restoran K yang berada di kawasan JI. Dr. Soetomo Surabaya. Obat itu diperoleh dari China dan Singapura.

“Tersangka dengan sengaja menjual atau edarkan obat tanpa memiliki ijin edar dan kewenangan, keahlian di bidang kefarmasian,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Dari penangkapan ES, anggota Polda Jatim mengamankan sedikitnya 43 jenis obat dan vitamin sebagai barang bukti (BB).

Berikut ini BB yang diamankan:

  • 1 kotak Sanjin watermelon frost lozenges
  • 1 kotak Rhinatiol,
  • 1 kotak Nin Jiom Pei Pa Koa
  • 1 kotak Rosiden Gel
  • 3 kotak Zyriec-R No Tabietis
  • 10 kotak Neovita
  • 10 kotak Huo Xiang Zheng
  • 20 kotak Enervon C
  • 2 kotak Sambucol
  • 2 botol Novali C
  • 2 kotak Egoderm Cream
  • 4 kotak Prove Z
  • 5 kotak Controco 40 mg
  • 3 kotak Controco 20 mg
  • 6 kotak Ammeltz Yoka-vako
  • 59 botol Imusive
  • 1 kotak Kaloba Syrup
  • 5 kotak Panadol Extend
  • 8 botol Now Hight Potency
  • 1 kotak Alka Seltzer
  • 2 kotak Refresh
  • 2 kotak Surbex Z
  • 2 kotak Centrum Advance
  • 1 kotak Gaviscon
  • 5 kotak Panadol Extra
  • 10 Sachet Qing Fei Pai Du Granules
  • 10 botol Doctors Best
  • 1 botol Black Mores
  • 1 botol Herbal Troat Drops
  • 6 kotak Ling Hwa
  • 3 botol Calcium 1200 mg
  • 2 botol Calcium Magnesium dan Zink
  • 20 kotak Vitalong C
  • 13 Botol Suplemen D3
  • 1 botol Fully Active
  • 3 kotakPanadol Merah
  • 2 tablet Gaviscon
  • 2 botol Suplemen D3 Now
  • 1 botol Probiotic Nature
  • 1 botol Trial Size
  • 2 biji Sosprinosine
  • 1 botol Black Mores
  • 4 botol Suplemen D California
  • 1 botol Suplemen D (Swisse)
  • 1 botol Vitables
  • 1 botol Suplemen D3
  • 3 kotak Rapid Relief Zytrec-R (75 ml)
  • 3 kotak Thermometer;
  • 3 botol Handsanitizer
  • 50 kotak rapid test Lungone.

Apa yang dilakukan ES ini dinilai sebagai perilaku spekulan atau mengambil keuntungan pribadi di saat pandemi Covid-19.

Masyarakat akan sangat membutuhkan obat-obatan tersebut untuk menghadapi COVID-19. Namun dijual tersangka dengan harga melambung tinggi.

Akibat perbuatannya, EA pun dipersangkakan Pasal 198 Undang- Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Disebutkan dalam UU itu, “Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.”

Pasal 198 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, “Setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktik kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp100 juta.”

Pasal 62 Ayat (1) UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen: Pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9, Pasal 10, Pasal 13 ayat (2), Pasal 15, Pasal 17 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, ayat (2), dan Pasal 18 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp.2 miliar.info/red