PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

BPOM Izinkan 12 Obat untuk Terapi Covid-19, Ivermectin Tidak Masuk Daftar

obat obatan
ilustrasi obat

Surabaya – Geger obat Ivermectin yang harganya mencapai Rp300 ribu-Rp450 ribu, ternyata tak masuk daftar obat terapi COVID-19 yang mendapat izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Ini terungkap saat Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito menggelar rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 5 Juli 2021, yang disiarkan YouTube DPR RI.

BPOM menyebut ada 12 obat untuk terapi penyembuhan Covid-19 yang mendapat izin. Menurut Penny, obat tersebut mengandung dua zat aktif, yakni Remdesivir dan Favipiravir.

Dari dua jenis zat tersebut, ada 12 obat yang sudah mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/UEA).

“Obat yang sudah mendapatkan EUA sebagai obat Covid-19 baru dua, Remdesivir dan Favipiravir,” cetus Penny.

Penny menyebutkan obat kategori zat aktif Remdesivir yang diizinkan adalah dengan merek dagang Remidia, Cipremi, Desrem, Jubi-R, Covifor, dan Remdac.

Selanjutnya, Remeva kategori zat aktif Remdesivir larutan konsentrat untuk infus.

Sedang obat yang mengandung zat aktif Remdesivir, lanjut Penny, dipakai untuk pengobatan pasien Covid-19 usia dewasa dan anak-anak yang dirawat di rumah sakit dengan tingkat keparahan berat.

Untuk kategori obat mengandung zat aktif Favipiravir tablet salut selaput, menurut Penny, ada lima merek. Yakni Avigan, Favipiravir, Favikal, Avifavir, dan Covigon. Obat ini untuk penggunaan darurat.

“Tapi, tentu saja berbagai obat yang juga digunakan sesuai dengan protap yang sudah disetujui organisasi profesi kami dampingi untuk percepatan apabila membutuhkan data pemasukan atau data untuk distribusinya,” ungkap Penny.

Menariknya, Penny tidak menyebut Ivermectin sebagai obat terapi Covid-19. Padahal obat ini dipromosikan Menteri BUMN Erick Thohir dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

BPOM saat ini baru memberikan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) Ivermectin untuk pengobatan Covid-19 yang dilaksanakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Ivermectin adalah obat antiparasit yang sudah mendapat izin edar dari BPOM untuk mengobati cacing. Namun BPOM mewanti-wanti bahwa Ivermectin bisa dikonsumsi atas rekomendasi dan pengawasan dokter.

Penny mengimbau masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi Ivermectin. Karena, obat itu termasuk golongan obat keras yang bisa mengakibatkan efek samping serius.info/red