PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Pentingnya Iman

Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

  1. IMAN MENDASARI SELURUH ASPEK HIDUP.

IMAN=YAKIN
Iman adalah dasar berharap

Iman menjadi jembatan melihat jawaban (bukti) yang belum terlihat

Iman mampu menyingkap yang belum terlihat

Iman mendekatkan kita pada jawaban dari harapan kita dan itu real.

Iman membawa kita untuk berpikir optimis dan bukan pesimistik.

Iman membawa kita untuk bersemangat meraih apa yang belum kita capai

Iman membawa kita untuk berselancar ditengah gulungan ombak

Iman membawa kita melihat hal positif bukan negatif

Iman membawa kita untuk melihat ke depan dan bukan ke belakang

Iman membawa kita untuk bergairah menjalani hidup karena di depan ada harapan

Iman membawa kita untuk bertekun tanpa henti

  1. ALLAH BERKENAN KEPADA ORANG YANG ADA IMANNYA (Ibrani 11:6)
    Iman dalam pandangan Allah adalah kunci hidup dengan Dia.

Tanpa iman tidak mungkin seseorang percaya kepada Allah DAN MENIKMATI PERSEKUTUAN DENGAN ALLAH

Iman membuat hidup seluruh aspek rohani yang kita lakukan.

Seseorang bisa melakukan kegiatan rohani tanpa iman. Orang yang hanya melakukan kegiatan rohani tanpa mengenal atau memiliki iman kepada Tuhan, orang tersebut bukanlah orang beriman. Ia merasa Tuhan mengenal Dia padahal Tuhan tidak kenal Dia…Bagaimana kita bisa membangun hubungan mesra dengan pasangan kita atau orang yang kita cinta kalau kita tidak pernah atau tidak memiliki kasih yg dalam dengan dia.

Demikian dengan Tuhan, kita beriman kepada Dia, dan berdasarkan iman itulah ada ikatan kuat dengan Tuhan kita.

Tuhan berkenan kepada setiap kita yang mengikatkan diri dengannya..maka apa saja yang terjadi dalam hidup kita, kita belajar mengimani bahwa bersama Dia dan dalam iman kepadaNya ia berkenan menyatakan karyaNya yg nyata di dalam hidup kita..Kalau Dia berkenan dan kita tau apa yg dikenannya maka semua perkara yg kita hadapi terbuka jalannya…Jalan Tuhan untuk kita adalah jalan iman.

Orang lain berkata Tidak Yakin Tuhan ada kita berkata Tuhan ada.

Orang lain berkata yang penting kerja keras untuk berhasil walau tanpa Tuhan.

Bahagia kita tidak bergantung pada kesuksesan atau kekayaan karena kesuksesan dan kekayaan itu bersifat relatif dan belum tentu kita bahagia karenanya..Banyak orang-orang kaya di dunia tetapi berakhir dengan ketidaktenangan jiwa..mengapa? Karena hanya ada satu yang dapat memuaskan hati manusia yaitu Iman kepada Yesus saja…Ia sumber salom (damai sejahtera)..bagi kita…dengan beriman kepada Yesus kita menikmati kekayaan dari kasih karunianya yang berlimpah terutama kekayaan dalam batin dan jiwa kita…

  1. IMAN YANG NYATA MEMBAWA HIDUP KEPADA ORANG LAIN. Orang lain dihidupkan/disemangati/diberkati oleh perbuatan iman kita.

Buah buah dari iman kita harus berwujud…

Iman tanpa perbuatan- perbuatan pada hakekatnya mati.
Yak 2:26 .

Orang beriman tidak dikuasai perasaan
SITAS (sombong iri tamak serakah)

Orang beriman tidak dikuasai oleh perasaan CEKUTA (cemas kuatir takut)

Orang beriman tidak dikuasai oleh
JEMAGE (jengkel marah geram)

Orang beriman tidak dikuasai oleh
CADEMI (cabul dendam minder)

Orang beriman tidak dikuasai oleh
DENGPUCU (dengki putus-asa curiga)

Orang beriman tidak dikuasai oleh
KEMABEN (kecewa malas benci)

Orang beriman tidak dikuasai oleh
SEBOSU (sedih bosan susah)

Orang beriman tidak dikuasai oleh perasaan
MAGEGE (malu gengsi, gelisah)

Iman itu ditunjukan dalam cara pikir, cara oleh jiwa, oleh kata, olah perbuatan.

Iman yaang nyata berbuah dalam pikir,kata, sikap dan seluruh hidup kita.

Di akhir poin ketiga ini pasal 11 teks yang kita baca membawa kita untuk meneladani tokoh-tokoh iman yg telah lebih dahulu menjalani perjalanan iman dan mereka disebut pahlawan iman.

Iman itu bukan hanya menikmati dan memperoleh jawaban dari yg diharapkan bahkan ketika yaang diimani tidak terwujud dan segala harapan di dunia ini tidak terwujud TETAPI IMANNYA TIDAK PERNAH BERHENTI DARI TUHAN KARENA DIA TAHU YANG TERBAIK DARI ALLAH TERSEDIA BAGINYA.


OLEH PDT.ADIELI HALAWA, M.TH