PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Megawati Ajak Anak Muda Harus Punya Fighting Spirit Agar Bangsa Ini Jadi Besar

Ketum Megawati webinar

Surabaya – Presiden ke-5 RI Hj Megawati Soekarnoputri menyampaikan kegembiraannya memiliki kesempatan membagikan pengalaman hidupnya kepada generasi-generasi muda.

Hal itu dia ungkapkan saat menjadi pembicara webinar yang diselenggarakan Megawati Institute dengan tema Sarasehan Nasional “Indonesia Muda Membaca Bung Karno”, Selasa (29/6/2021) sore.

Di usianya yang sudah menginjak 74 tahun, Megawati berpesan kepada generasi muda untuk terus menjaga dan menumbuhkan fighting spirit dalam diri mereka masing-masing.

“Tolong diingat untuk anak muda, siapapun dia harus punya fighting spirit. Tanpa fighting spirit maka kita tidak akan bisa menjadi bangsa yang besar,” tutur Megawati.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan ini lantas membagikan cerita bagaimana terjadi upaya untuk meruntuhkan dan menghilangkan nama besar Bung Karno dalam perjalanan hidup bangsa.

Namun upaya-upaya tersebut sampai dengan hari ini mengalami kebuntuan. Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh pemikiran dan gagasan Bung Karno yang sudah melompati zaman dan sampai dengan hari ini masih sangat relevan dengan kondisi dan realitas masyarakat modern.

“Saya memang putrinya Bung Karno, tapi saya juga pengikut pemikiran Bung Karno yang menurut saya sangat logic realistis dan melewati zamannya. Coba piker, makanya saya mengatakan bahwa salah satu yang paling penting bagi anak muda jangan lupa jati diri kalian. Jadi kalau mau tahu jati diri kalian tuh sebetulnya gampang, jangan lupa sejarah bangsa,” tegasnya.

Megawati mengajak pemuda yang mengikuti acara tersebut untuk merefleksikan kembali apa sumbangsih dan gagasan yang ditawarkan untuk kemajuan Bangsa Indonesia.

Menurutnya, kemerdekaan yang telah diraih haruslah disyukuri dan dirawat, melalui karya-karya hidup dan pengabdian semata-mata demi mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan bagi seluruh Bangsa Indonesia.

“Makanya tadi saya bilang, saya selalu kalau mau pidato pasti saya pekik merdeka, dan itu spontan. Yang diutamakan dari anak negeri ini adalah fighting spirit, supaya kita dapat menolong rakyat Indonesia, itu grassroot kita,” tegasnya.

Sebagai generasi penerus bangsa, dia meminta untuk generasi-generasi muda, betul-betul memperhatikan nasib dan kesetaraan akses yang dimiliki oleh masyarakat.

Dia mencontohkan bagaimana pemuda harus berperan untuk membantu UMKM bisa bertahan hidup dan mengembangkan sayap usahanya.

“Saya juga bagian orang yang membantu UMKM, dan mereka itu sangat rapuh. Karena apa mereka itu sangat tradisional, mereka sangat cinta pada budaya bangsa, sehingga mereka menunjukkannya dari segi seni ada yang bikin keranjang, bikin batik, bikin tenun, bikin kalung dan whatever,” beber Megawati.

“Kalian ikut bantu menciptakan ruang tidak hanya untuk kalangan menengah tapi juga untuk kalangan grass root supaya mereka bisa juga merasakan keberhasilan kalian,” tambah dia.

Megawati pun menantang generasi muda untuk berani dan bergerak membuka wacana pemikiran-pemikiran Bung Karno.

Sehingga dalam setiap langkah dan gerak generasi muda, diputuskan atau dijalankan berdasarkan konsepsi yang sama dengan Bung Karno membangun bangsa Indonesia, yang berorientasi kepada kesejahteraan dan kemajuan masyarakat luas.

“Saya seorang perempuan, bisa jadi presiden, wakil presiden, 3 kali DPR, ketua umum partai sampai sekarang yang sebenarnya kalian pun bisa, semuanya bisa. Itu tolong didengarkan kalau memang mau dengar suara saya,” imbuhnya.

Megawati juga berharap, sebagai ujung tombak pembangunan dan perubahan bangsa, dia minta generasi muda untuk berjuang atas kepentingan rakyat Indonesia dan bisa menciptakan akses yang adil dan setara kepada seluruh masyarakat.info/red