PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Dalam 2 Tahun Pengguna 5G di Indonesia Diprediksi Tembus 5 Juta

ilustrasi 5G

Surabaya – Ericsson memperkirakan jumlah pelanggan seluler 5G akan melebihi 580 juta pada akhir 2021, didorong oleh sekitar 1 juta pelanggan seluler 5G baru setiap hari.

Perkiraan yang dimuat dalam Ericsson Mobility Report edisi ke-20 ini menyebutkan, layanan 5G akan menjadi generasi seluler yang diadopsi paling cepat. Pada akhir 2026, jumlah pelanggan 5G diperkirakan akan mencapai sekitar 3,5 miliar dan cakupan populasi 5G akan mencapai 60%.

Country Head Ericsson Indonesia, Jerry Soper mengatakan, pandemi telah menyebabkan lonjakan permintaan untuk koneksi lebih cepat, karena saat ini setiap orang sangat bergantung pada internet dalam memenuhi kebutuhan pribadi dan bisnis dari jarak jauh.

“Saat ini, fixed dan mobile broadband berkualitas tinggi menjadi infrastruktur nasional yang penting. Untuk mengatasi pertumbuhan data yang cepat dan mengurangi biaya per GB, kita memerlukan teknologi yang lebih baik dan transisi ke teknologi 5G dengan mudah dan lancar,” kata Soper dalam keterangannya, Jumat (25/6/2021).

Soper menjelaskan, kehadiran teknologi 5G yang cepat, andal, dan responsif, akan membuka peluang transformatif baru bagi Indonesia. “Saat ini, konektivitas seluler menjadi sangat penting dalam menjaga kelangsungan bisnis saat bekerja atau belajar jarak jauh,” jelasnya.

Berdasarkan Ericsson ConsumerLab, The Future Urban Reality, konsumen Indonesia rata-rata online selama 3 jam lebih lama setiap harinya, atau sekitar 8 jam 45 menit per hari. Lebih dari separuh waktu yang digunakan untuk online terjadi pada perangkat smartphone.

“Selain itu, di Indonesia sudah ada landasan kuat untuk penerapan 5G. Sebanyak 19% pengguna smartphone di perkotaan memiliki smartphone yang mendukung 5G, di mana sekitar 5 juta pengguna akan beralih ke 5G dalam dua tahun pertama setelah jaringan 5G tersedia secara komersial,” kata Soper.

Saat ini, tambah Soper, pengguna device 5G-ready sudah menghabiskan waktu untuk aplikasi AR 3 jam lebih banyak per minggu dan pada enhanced media 1,5 jam lebih banyak per minggu dibandingkan dengan pengguna 4G. Pada 2025, konsumen di Indonesia diperkirakan akan menghabiskan 7,5 hingga 8 jam seminggu untuk cloud gaming dan aplikasi AR atau VR.

“Pandemi juga telah meningkatkan kebutuhan akan 5G dengan kualitas lebih baik di dalam ruangan. Dengan minat tinggi terhadap home broadband 5G dan 25% pengguna menganggap akses nirkabel tetap (Fixed Wireless Access/FWA) sangat relevan, FWA menjadi peluang besar untuk 5G di negara ini,” tandasnya.

Soper menambahkan, calon pengguna awal (early adopter) 5G di Indonesia pada dasarnya mencari tiga hal, kecepatan lebih tinggi, jaringan yang terpercaya, dan inovasi. Sebanyak 4 dari 5 pengguna mengharapkan kecepatan 5G lebih tinggi, sementara sekitar 3 dari 5 mengharapkan jaringan aman.

Pada saat sama, konsumen bersedia membayar 50% lebih banyak untuk paket 5G, yang digabung dengan layanan digital, misalnya, 70% berpendapat pengalaman olahraga dan konser di lokasi langsung (in-venue) 5G sepadan dengan uang yang mereka keluarkan.

Dengan kata lain, peningkatan pendapatan terbesar untuk penyedia layanan komunikasi masih akan didapatkan dari penggabungan layanan digital dengan tarif 5G untuk meyakinkan konsumen tentang nilai platform jaringan 5G.

“Sejalan dengan program pemerintah untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia, kami, berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah guna memperluas jangkauan dan kapasitas jaringan yang kuat seraya memastikan Indonesia tetap terdepan dalam pengembangan 5G,” pungkas Soper.info/red