PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Pengusaha: Daripada Swab PCR Setiap 3×24 jam Mending di Lockdown atau PSBB Aja Sekalian

tes swab

Surabaya,pustakalewi.com – Keluarnya surat edaran dari Walikota Surabaya tentang meminta hasil swab test PCR secara rutin setiap 3×24 Jam sebelum datang ketempat kerja pekerja yang melakukan perjalanan dari luar kota yang masuk ke kota Surabaya menimbulkan pro dan kontra dikalangan pengusaha yang ada di Surabaya.

Salah seorang pengusaha distribusi vapor di Surabaya Bambang Irawan mengatakan apa yang dilakukan oleh walikota sudah sesuai. Jika tidak mau di Swab ya jangan lakukan perjalanan keluar kota. toh hal ini demi kebikan kita bersama.

“Jika perusahaan berani mengirim karyawannya keluar kota ya ga cukup menanggung biaya akomodasinya saja, perusahaan harus siap lakukan swab tes dan resiko penularan juga sudah harus siap. karena perusahaan seperti distributor vapor ini jjika mengandalkan penjualan dalam kota tidak akan mencukupi jadinya harus mengirim pegawai untuk memasarkan diluar kota” Tegas Bambang kepada Pustakalewi, Selasa (22/06/2021).

Sementara ittu Warsito, Pengusaha Konstruksi Baja di kawasan Margomulyo juga berpendapat bahwa maksud dan tujuan bapak Walikota melalui surat edaran ini adalah baik dan saya sangat mendukung.

Yang harus dipikirkan adalah teknis di lapangan dan resiko – resikonya untuk setiap perusahaan. apakah setiap perusahaan terutama yang padat karya mampu untuk melalukan PCR setiap 3x24jam, dimana harga PCR yang tinggi? kalau dihitung dana yg harus dikeluarkan untuk PCR bagi setiap pekerja hampir 10jt setiap bulannya. Sedangkan dimasa pandemi ini likuiditas sudah sangat berat.

Sampai kapan aturan ini berlaku ?kalo memang begini ya lebih baik menutup perusahaan untuk sementara waktu.

Berikutnya yang perluu jadi pertimbangan adalah, apakah para pekerja bersedia untuk dilakukan Swab setiap 3×24 jam ? Apakah sanksi bagi pekerja yg tidak mau di swab setiap 3×24 jam ? Tolong jangan cuma sanksi untuk perusahaan aja.

Ya kalo menurut saya mending sekalian diberlakukan lockdown/psbb aja supaya aturannya berlaku rata dan adil bagi setiap perusahaan. daripada PCR terus biaya mahal ya mendingan Vaksin nya di percepat. atau biaya untuk PCR dibuat vaksin aja. tapi aturannya harus ada bagi yg tidak mau divaksin sanksi nya apa ? imbuh Warsito. inffo/red