PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Maspion Group Serahkan 50 Ribu Masker Medis ke Polrestabes Surabaya

maspion baksos masker

Surabaya – Maspion Group terus berkontribusi kepada masyarakat dan bangsa, pada awal pandemi Covid-19 merebak, Maspion Group memberikan bantuan yang dibutuhkan hingga saat ini.

CEO Maspion Group Alim Markus didampingi jajarannya menyerahkan 50 ribu masker medis diterima Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhony Eddison Isir di Polrestabes Surabaya, (22/6). Masker tersebut untuk menanggulangi dan memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Surabaya.

Alim Markus mengatakan sebelumnya juga telah menyerahkan 50 ribu masker ke PWNU Jatim, karena warga Madura lebih banyak mendengar para Kyai. Sehingga ia menyerahkan masker melalui PWNU Jatim untuk disalurkan ke Madura yang melonjak kasus Covid-19 nya.

“Kemarin saya diinformasikan stok masker di Polrestabes menipis. Saya langsung siapkan jam 8 malam,” terangnya.

Alim Markus juga menginformasikan jika dirinya bersama Gubernur Jatim, Kapolda Jatim dan Pangdam dalam waktu dekat segera ke Bangkalan. Alim berharap kasus Covid 19 di Bangkalan Madura segera turun, sehingga penularan di Surabaya juga menurun.

“Bagaimanapun penduduk Jatim paling banyak. Saat ini ekonomi mulai bangkit. Jika ekonomi Jatim bangkit maka Indonesia maju. Doakan ya,” pinta Alim Markus yang akan memberikan bantuan tak hanya masker tapi juga 20 ton beras lebih ke Madura.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhony Eddison Isir mengucapkan terimakasih serta mengapresiasi Alim Markus dan Maspion Group dengan sumbangan 50 ribu masker medis.

Masker tersebut akan digunakan personil Polrestabes yang sedang melakukan kegiatan di lapangan baik tracing, testing, treatment, penyekatan di perbatasan, edukasi, dan sosialisasi Protokol Kesehatan di tengah paparan Covid-19 sedang naik.

“Kita dalam kesiagaan tinggi, karena data angka Covid di Madura naik. Satu wilayah pergerakan mobilitas Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan kalau bicara Gerbang Kartosusila. Berdasarkan fakta, ada 8 pasien terpapar Covid Delta India. Oleh karena itu bantuan ini menjadi sangat berarti bagi personil yang turun langsung untuk penanggulangan Covid dari sisi hulu hilir,” jelas Kombes Pol Jhony Eddison Isir.

Masker medis bantuan akan dibagikan Wakapolres ke semua Polsek jajaran Polrestabes, imbuh Kombes Pol Jhony Eddison Isir.

Sementara itu berdasarkan data dari Pemprov Jatim peta sebaran Covid-19 per Senin 21 Juni 2021 sebanyak 164.267 terkonfirmasi positif Covid-19, 147.272 sembuh, 4.808 dirawat, 12.187 meninggal, 6.358 suspect. Spesimen: 2.264.790 Rapid Tes, dan 1.785.222 Sample PCR.

Melonjaknya penderita Covid-19 di Bangkalan Madura, membuat Pemkot Surabaya bersama Pemkab Bangkalan, dan Forkopimda Jawa Timur melakukan penyekatan dan tes swab gabungan guna meminimalisir kasus baru.

Namun, kebijakan tersebut menuai protes. Massa pengunjuk rasa perwakilan Madura mendatangi Balai Kota Surabaya menuntut untuk tidak diberlakukannya penyekatan dan tes swab bagi warga yang melintas menuju Surabaya, (21/6).

Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa keputusan itu bukan semata kehendak Pemerintah Kota Surabaya, melainkan kesepakatan Forkopimda Jawa Timur. Semua satu suara, sepakat berkomitmen mencegah penularan Covid-19. Sebab, sebelumnya, Bangkalan ditetapkan sebagai zona merah oleh pemerintah.

Setelah beberapa kali berkoordinasi dengan Forkopimda Jawa Timur dan Bupati Bangkalan, muncullah kebijakan baru yang sekiranya mempermudah warga Madura maupun Surabaya yang hendak melakukan perjalanan. Yakni, dengan syarat Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi warga yang hendak bepergian. SIKM berlaku selama 7 hari.

Adapun syarat SIKM adalah dengan melakukan swab di daerah masing-masing. Pemegang SIKM tidak akan dilakukan tes swab. Sementara bagi yang belum mengantongi SIKM, maka akan dilakukan swab. Dengan demikian, harapannya tidak akan terjadi penumpukan karena warga telah mengurus SIKM di wilayah masing-masing.

Bupati Ra Latif turut menjelaskan bahwa masyarakat yang menuju Surabaya maupun Madura mendapatkan perlakuan pemeriksaan yang sama. Ia mengimbau kepada masyarakat yang akan melintas baik ke Surabaya maupun ke Madura, jika telah memiliki surat keterangan Swab PCR atau Anti Gent pribadi tinggal menunjukkan ke petugas jadi tidak perlu diperiksa lagi.

“Jadi Masyarakat yang akan datang ke Madura akan di swab di Suramadu sisi Surabaya dan Masyarakat yang akan Menuju Surabaya akan di swab di Suramadu sisi Bangkalan”, jelas Bupati Ra Latif yang menginformasikan untuk tenaga medis juga mendapat bantuan dari Pemkot Surabaya di sisi Bangkalan, karena merupakan kerjasama untuk penyekatan dan pemeriksaan Swab bagi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, terpantau kondusif suasana penyekatan dan swab test antigen di pintu Suramadu, baik arah Bangkalan ke Surabaya maupun sebaliknya, demikian arus lalu lintas lancar.

Beberapa petugas gabungan mulai TNI, Polri, Dishub juga Satpol PP dan Linmas terus memeriksa kelengkapan surat kendaraan maupun SIKM (Surat lzin Keluar Masuk) bagi warga yang datang dari wilayah Bangkalan. Bila tidak dapat menunjukkan SlKM, maka pengendara tetap menjalani swab test antigen di tenda yang telah disiapkan. info/red