PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Cahaya Kebenaran

IMG 20210618
Pdt.I Ketut Miasa.M.Div. (GKIN Hosana Malang)

Bacaan Alkitab: Kolose 2:1-7
Kita pasti mengenal buah kurma. Buah yang manis seperti madu serta memiliki kandungan air dan gula yang baik bagi kesehatan. Walaupun mengandung gula tetapi buah ini baik di konsumsi oleh penderita diabetes. Buah ini berasal dari pohon kurma yang banyak di jumpai di daerah Timur Tengah.


Pohon kurma mampu hidup dan tumbuh dalam kondisi alam yang ekstrim seperti gurun pasir dimana tidak banyak makhluk hidup yang bisa bertahan di sana. Pohon ini pun sanggup untuk bertahan menghadapi badai pasir yang sering melanda daerah tersebut. Kekuatan dari pohon kurma terletak dari akarnya yang mampu menembus hingga ke lapisan tanah yang dalam untuk mendapatkan air dan zat makanan. Kedalaman akarnya jauh melebihi tanaman sejenis yang memiliki jenis akar serabut.

Akarnya yang dalam inilah yang membuatnya bertahan menghadapi goncangan badai karena senantiasa mendapatkan air dan zat makanan.
Akar dari pohon kurma ini bisa sedemikian kuat dan dalam disebabkan oleh proses penanamannya. Ketika orang menanam biji kurma, biasanya mereka meletakkan batu diatas biji tersebut supaya tidak terbang di tiup angin. Ketika bertunas, batu menahannya bertumbuh keatas. Sebagai akibatnya, akar pohon ini bertumbuh menembus ke lapisan tanah yang dalam untuk mendapatkan air dan zat makanan.


Ketika akarnya telah kuat maka pohon kurma sekarang memiliki kekuatan untuk mendesak batu yang menindihnya dan mulai bertumbuh keatas. Demikian seterusnya hingga pohon ini bertumbuh menjadi pohon yang besar, tegak, memiliki cabang dan ranting sehingga orang bisa berteduh dibawahnya dan yang terpenting menghasilkan buah yang manis dan baik bagi kesehatan.


Demikian juga dengan hidup kekristenan. Paulus menasehatkan jemaat di Kolose agar tinggal dan berakar pada Kristus (ayat 6-7). Ibarat pohon kurma, kita akan mampu tumbuh dan memiliki kekuatan untuk menghadapi tantangan, kesulitan, rupa-rupa pengajaran yang sesat jika kita memiliki akar yang tertanam kuat di dalam Kristus.


Kristus adalah sumber kekuatan, pengharapan, hikmat, dan pengetahuan yang merupakan makanan bagi tubuh rohani kita untuk bisa bertumbuh. Ketika akar iman kita tertanam dalam pada Kristus maka kita akan mengerti kehendak dan rencana Allah atas hidup kita. Kita tidak mudah diombang-ambingkan. Kita punya kekuatan dan pengharapan menghadapi badai kehidupan.


Karena itu pastikan bahwa akar iman kita bertumbuh dalam kepada Kristus. Kita perlu setiap hari belajar untuk mengenalNya melalui FirmanNya (membaca dan merenungkan). Kita juga perlu senantiasa berdoa, menaikan pujian, syukur serta penyembahan kita kepadaNya. Setiap hari kita belajar untuk memperbaharui pikiran dan nilai-nilai hidup kita agar selaras dengan Firman Tuhan. Setiap hari kita belajar untuk dibentuk, diarahkan dan diperbaharui melalui FirmanNya supaya kita bertumbuh kearah keserupaan dengan Kristus.
Pada akhirnya hidup kita akan menghasilkan buah atau menjadi berkat yang bisa dinikmati oleh orang di sekitar kita.

Tuhan Yesus Memberkati…

Oleh : Pdt.I Ketut Miasa.M.Div. (GKIN Hosana Malang)