PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Banyuwangi Panen Perdana Buah Ginseng Merah

banyuwangi ginseng merah

Banyuwangi – Petani Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi sukses membudidayakan ginseng merah. Wakil Bupati Banyuwangi Sugirah berkesempatan melakukan panen perdana buah Ginseng Merah, (16/6).

Ginseng merah tanaman yang berasal dari Korea pertama kali dipanen di Banyuwangi. “Budidaya gingseng merah di Banyuwangi tergolong baru. Gingseng merah ini bisa menjadi komoditas yang mempunyai nilai ekonomi tinggi bagi petani,” kata Sugirah.

Menurut Wabup yang juga seorang petani tulen itu mengatakan, ginseng merah merupakan salah satu yang diminati di pasar komoditi pertanian. Karena tiap bagian dari tanaman yang memiliki khasiat kesehatan itu bisa dikembangkan dan dimanfaatkan.

“Ini komoditi yang menjanjikan, karena dari akar sampai daunnya memiliki khasiat dan nilai ekonomi,” jelas Sugirah.

Wabup mendorong agar petani di Banyuwangi bisa terus belajar dan berinovasi di sektor pertanian, seperti di Dusun Pandan yang tidak disangka bisa budidaya ginseng merah.

Tanah di dusun tersebut mungkin PHnya sekitar lima, namun ternyata ginseng bisa ditanam. “Kalau diamati tanahnya biasa saja. Tapi karena dibantu pupuk organik, akhirnya bisa ditanam ginseng merah. Artinya ginseng ini bisa ditanam di media yang tidak terlalu bagus. Bila pupuk organiknya lebih banyak, saya pikir juga akan mempercepat pertumbuhan tanaman ginseng ini, karena pupuk organik ini bisa menyuburkan tanah, mengubah struktur tanah dan membuat kehidupan mikroorganisme di dalam tanah” ujar Sugirah.

Sebanyak 5000 tanaman di lahan seluas setengah hektar yang ditanam. Dan ginseng yang dipanen baru buahnya, karena tanaman yang ada di sini umurnya baru tiga bulan, terang Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi Arif Setiawan.

Hadi Wintoro petani ginseng merah menceritakan, ia terinspirasi dari tradisi orang Cina dan Korea yang terbiasa mengonsumsi ginseng.

“Awalnya, Maret 2019 saya minta kiriman benih ginseng dari keluarga saya yang tinggal di Korea sebanyak 2.500 benih. Setelah disemaikan yang berhasil hanya sembilan. Kemudian saya budidayakan selama tiga bulan dan akhirnya berbuah. Dari situ saya bisa menanam 100 pohon,” terang Wintoro.

Wintoro mengatakan, buah ginseng bisa dibuat menjadi sirup yang apabila dijual harganya Rp 100 ribu per liter, daunnya dapat dibuat menjadi teh dan masker wajah dengan harga Rp 20 ribu per kilo. “Sementara untuk umbi ginseng merah harganya mencapai 100 ribu per ons,” katanya.

Budidaya gingseng merah relatif mudah. Karena dikembangkan secara organik, sehingga minim gangguan hama, jelasnya dilansir dari banyuwangikab.go.id.

Lalu apa manfaat ginseng merah?

Korea yang dikenal sebagai negeri ginseng karena tanaman herbal tersebut tumbuh subur di sana. Ginseng merah termasuk istimewa dibanding ginseng jenis lain. Ginseng merah banyak khasiatnya, karena mengandung ginsenoside yakni zat aktif utama pada ginseng yang membantu menstabilkan kinerja saraf, meningkatkan metabolisme tubuh, tekanan darah, produksi insulin dan anti kanker dan merangsang kekebalan tubuh. (Red. Foto: IG Banyuwangi_kab)