PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Diduga Ulah Provokator, Calon TKW Loncat dari Gedung BLK PT CKS

BLK CKS

Malang – Tragedi 5 calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang nekad loncat dari gedung Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLK-LN) PT Central Kerja Semesta (CKS), Rabu (9/6/2021) menguak cerita baru. Demikian diungkap Kepala Cabang (Kacab) PT CKS, Maria Imelda Indrawati Kusuma didampingi Penasihat Hukumnya (PH), Gunadi Handoko, sewaktu jumpa pers, Selasa (15/6/2021).

“Indikasi setelah melihat percakapan di  Hand Phone (HP) milik mereka ternyata ada yang memprovokasi,” ujar Imelda, sapaan akrabnya.

Dia meyakini mereka tidak akan berusaha kabur dari BLK jika tidak terprovokasi. Alasannya menurut Imelda di PT CKS mulai dari perekrutan hingga pemberangkatan semuanya sesuai aturan.

“Kami tidak pernah melakukan perekrutan secara  door to door (dari pintu ke pintu). Mereka daftar sesuai keinginan sendiri,” tandasnya.

PT CKS kata Imelda mempunyai perjanjian kerja dengan Dinas Tenaga Kerja. Imelda yakin semua akan terbukti dengan berjalannya waktu.

“Kami yakin tidak pernah melakukan kekerasan. Apalagi pemotongan gaji atau sanksi,” tuturnya.

Penasihat Hukum PT CKS, Gunadi Handoko mengatakan 5 tenaga migran PT CKS yang hendak kabur itu melakukan perbuatan bertentangan dengan norma yang ada. Dasarnya terang Gunadi, begitu biasa dipanggil, setelah dia melihat kondisi BLK PT CKS yang sangat bagus

“Saya sempat kaget, ini BLK atau hotel,” imbuhnya.

Advokat kondang ini membenarkan statemen Imelda yang menyatakan mulai rekrutmen, proses pelatihan, hingga pemberangkatan sesuai aturan. Oleh karena itu, dia meminta agar semua pihak menghormati proses hukum dan asas praduga tak bersalah.

“Jangan membuat pernyataan yang justru memperkeruh suasana, bahkan seolah-olah sudah divonis bersalah. Sebab, banyak calon tenaga kerja yang membutuhkan. Pemerintah seharusnya mengapresiasi apa yang dilakukan PT CKS,” harapnya.

Gunadi menjamin PT CKS kooperatif dan menghormati tugas masing-masing, polisi sebagai penyidik dan dirinya sebagai PH.

“Tolong disampaikan sesuai fakta hukum, jangan dikurangi dan ditambah. Sehingga berimbang dan menghormati asas praduga tak bersalah,” pintanya.

Disinggung apakah PT CKS akan melakukan langkah hukum terhadap pihak yang diduga provokator tersebut, Gunadi menjawab pihaknya sedang mencadangkan hak klien (PT CKS) untuk membuat laporan ke polisi.

Dua calon tenaga migran yakni, Murpriati asal Mataram dan Renang dari Sukun, Malang memberikan testimoni selama mengikuti pelatihan di BLK Luar Negeri PT CKS tidak pernah mengalami kekerasan. Bahkan mereka berdua mengaku diperlakukan dengan baik.

“Waktu belajar, kami ya belajar. Saat istirahat ya istirahat. Jadi, kami merasa tak ada masalah. Sebab, kami tidak pernah mengalami kekerasan apa pun,” pungkas Murpriati diamini Renang.info/red