PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Pemkot Surakarta Genjot Peran Satgas Jogo Tonggo Waspada Virus Corona Varian Baru

gibran surakarta

Surakarta – Merebaknya kembali jumlah penderita Covid 19 di beberapa daerah di Jawa Tengah disinyalir ditemukan varian Delta dari India di Kudus, maka Pemerintah Kota Surakarta mengambil langkah nyata dan tegas untuk melindungi warganya.

Pemerintah Kota Surakarta seperti disampaikan Walikota Gibran melakukan tindakan tegas dengan melarang warga melakukan perjalanan ke daerah zona merah dan melarang warga dari zona merah ke Kota Surakarta.

Menurut Gibran, Kota Surakarta yang sudah mulai pulih kembali ekonominya, jangan sampai harus kembali dari nol karena meningkatnya kasus Covid 19 di Jawa Tengah. Apalagi ditemukan varian baru.

Percepatan pemulihan ekonomi dan percepatan vaksinasi harus berjalan beriringan dengan cepat dan tepat, efektif dan efisien.

Dalam Rapat Satgas Penanganan Covid 19 Kota Surakarta, Senin (14/6), Gibran menegaskan menggenjot penanganan penyebaran Covid 19 lewat Satgas Jogo Tonggo. Peran dan pelaksanaan tugasnya akan diawasi dengan ketat khususnya soal mobilisasi warga yang keluar masuk Kota Surakarta.

Warga yang menginap harus dicatat dan dilaporkan dengan update data cepat. Warga keluar kota dari ke zona merah luar kota harus selalu dimonitor. Pemkot akan menerapkan sangsi tegas bagi siapa saja yang ketahuan melanggar SE dan protokol kesehatan. Satgas Jogo Tonggo harus disiplin dalam bertugas dengan tanpa pandang bulu.

Walikota Gibran meminta menggencarkan sosialisasi lewat speaker masjid, speaker di APIL ( Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas ) di persimpangan jalan raya, media sosial, speaker di pasar tradisional, dan juga pemberitahuan pada pengunjung pusat perbelanjaan senantiasa diperdengarkan. Tak lupa Satgas Jogo Tonggo digencarkan perannya di Kelurahan.

Terkait lokasi isolasi bagi para penderita Covid 19, selain Tecno Park, walikota menginstruksikan hotel yang ditunjuk langsung. Diusulkan Hotel Indah palace, Hotel Loji dan Hotel Pose In ( keduanya di sekitar Stasiun Balapan ).

Untuk pemulihan ekonomi aturan balita diperbolehkan dibawa orang tua masuk mall dan pusat perbelanjaan diperbolehkan sepanjang mematuhi protokol kesehatan 5 M. supaya kegiatan ekonomi, jual beli dan perdagangan tetap berlangsung, sehingga ekonomi tidak mati.

Hal warga yang melanggar protokol kesehatan, Gibran telah menyiapkan sangsi tegas untuk memberikan efek jera dan mendisiplinkan masyarakat Kota Surakarta.

“Masih kami lihat banyak warga mulai abai dengan protokol kesehatan. Di Pasar tradisonal, di kampung dan pusat kegiatan masyarakat lainnya saya lihat sendiri banyak yang tidak memaki masker, Itu bahaya sekali,” ungkapnya.

Selanjutnya, pusat perdagangan kain dan batik seperti Pasar Klewer baik Barat maupun Timur, PGS dan BTC diusulkan satu pintu supaya lebih mudah mengontrol dan memeriksa pedagang atau pembeli yang keluar masuk.

Untuk mengurangi akses transmisi varian Covid dari daerah lain, Gibran melarang pedagang luar kota untuk berjualan di mobil khususnya dari zona merah. Selain untuk melindungi pedagang Pasar Klewer, karena pembeli lebih suka membeli langsung di mobil juga untuk mencegah penularan Covid 19.

Sekda Ahyani selaku Ketua Satgas Covid 19 Kota Surakarta mengatakan, akhir – akhir ini banyak kasus keluarga yang terjadi dan tidak melapor. Kerumunan yang menyebabkan potensi penyebaran Covid terutama di banyak tempat kuliner masih terjadi.

“Menyebar hampir semua di kelurahan. Harus ada batasan PPKM Mikro berbasis wilayah. Sementara di kota tidak hanya di wilayah. Kegiatan di komunitas misalnya Kegiatan OPD. Kita harus sentuh level mikro misalnya, Dinas Perdagangan dan Dinas pariwisata.”

Pariwisata harus dengan pendekatan mikro dan tempat hiburan yang harus didekati. Dengan posisi orange harus diperketat juga penutupan kegiatan yang tidak sesuai prokes dan menimbulkan kerumunan yang tidak terkontrol.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Aryo Widyandoko yang juga Plt Kepala Dinas Pariwisata menjelaskan, kegiatan yang melibatkan orang sudah dilakukan dengan prokes ketat. Misalnya masuk Balekambang wajib daftar secara on line.

“Untuk hotel dan gedung pertemuan sepersepuluh dari kapasitasnya. Untuk para pedagang di Pasar Ikan Balekambang dan Nusukan, kita juga awasi prokesnya dengan ketat,” terangnya.

Kepala Dinas Perdagangan Heru Sunardi mengatakan pihaknya menindaklanjuti larangan perdagangan kain dan pakaian mobil khususnya pedagang dari luar kota dengan tindakan tegas dan berkoordinasi dengan Satpol PP.

“Kita dirikan posko di 3 akses yang mungkin dilalui para pedagang tersebut yakni di Supit Urang, Gapura Gladak dan depan Radio ABC. Kita awasi dan tindak tegas jika melanggar,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta Siti Wahyuningsih menjelaskan, percepatan vaksinasi berlangsung dengan baik namun belum menggambarkan adanya perlindungan.

“Masih ada yang belum tercover, untuk itu vaksinasi lansia kita bikin bonus. Kalau lansia diantar, yang mengantar kita tawarkan vaksinasi,”katanya.

Pihaknya akan menerjunkan mobil vaksinasi di daerah crowded tapi capaian rendah. Contohnya ngarsopura, 16 juni di Srambatan, Jalan Juanda dan sekip, 23 Juni di depan Kecamatan Serengan, 24 Juni di TA TV, 29 Juni di Ghraha Saba Buana. Dan 30 Juni Go show di Pendapi Gedhe.

Terkait pasien Covid 19 dari Kudus yang dikirim ke Surakarta Wahyuningsih akan berkoordinasi supaya ditempatkan di RS Dr. Muwardi sebagai RS milik Provinsi.

Perihal persiapan PTM, Walikota Gibran tetap yakin akan bisa berlangsung dan berharap akan berjalan lancar.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Eti Retnowaty mengatakan, saat ini ujian akhir SD sudah selesai dan simulasi PTM selanjutnya akan menunggu perkembangan lebih lanjut dan arahan Walikota.

Sementara Ketua DPRD, Budi Prasetyo menanggapi mobil vaksinasi lebih baik masuk ke dalam kampung supaya warga juga lebih tahu.

Kaitannya dengan sosialisasi terkait 75 % masyarakat sudah abai, “Kita cari narasi yang langsung menyentuh ke masyarakat dengan bahasa sederhana dan mengena.”

Sedangkan, Kapolres Surakarta Ade Safri Simanjuntak pada kesempatan itu juga meminta untuk mengefektifkan Jogo Tonggo in out dengan titik fokus warga yang pergi ke dan dari zona merah. Setiap pelaku usaha harus mendirikan posko Covid dan harus ada kegiatan yang riil. “Kita berharap ada aktifitas nyata dalam pencegahan dan penanganan Covid 19,” ucapnya.info/red