PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Mendagri Tito: Penyelesaian GKI Yasmin Bisa Jadi Contoh Daerah Lain

tito
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yang berhasil menyelesaikan persoalan pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin.

Tito menyebut, hal tersebut bisa menjadi contoh daerah lain dalam penyelesaian pendirian rumah ibadah.

Penyelesaian persoalan ini ditunjukkan dengan penyerahan lahan hibah untuk pendirian tempat ibadah dari Pemkot Bogor kepada pengurus dari GKI Yasmin, yakni GKI Pengadilan. Penyerahan diberikan langsung oleh Wali Kota Bogor Bima Arya kepada pengurus GKI Pengadilan, Minggu (13/6/2021).

“Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Wali Kota Bogor beserta seluruh jajaran Pemerintah Kota Bogor dalam menyelesaikan persoalan pendirian rumah ibadah bagi jemaat GKI Yasmin. Hal ini merupakan momen yang berharga, tidak hanya bagi bagi warga Bogor, tetapi juga bagi bangsa Indonesia, yang dapat menunjukkan kepada dunia bahwa kita bisa menyelesaikan permasalahan kehidupan berbangsa dan bernegara ini dengan baik,” kata Tito dalam keterangannya, Senin (14/6/2021).

Mantan Kapolri ini menilai, langkah dan upaya penyelesaian yang dilakukan Pemkot Bogor adalah pembuktian atas komitmen yang tinggi dalam penyelesaian masalah.

“Dengan pemetaan masalah yang tajam dan strategi penanganan yang sistematis dan terukur, melalui pendekatan persuasif, membangun komunikasi secara baik, door to door kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya, upaya mediasi yang terus-menerus kepada kelompok-kelompok masyarakat. Serta dengan dukungan dan kerja bersama yang melibatkan Forkopimda, MUI (Majelis Ulama Indonesia), FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama) dan pihak terkait lainnya, akhirnya mampu menemukan solusi atas persoalan yang sudah 15 tahun menanti penyelesaian,” ulas Tito.

Tito berharap, cara yang dilakukan Pemkot Bogor tersebut menjadi pembelajaran dan contoh bagi daerah lain, terutama dalam menyelesaikan masalah serupa.

“Ini bisa menjadi pembelajaran bagi kepala daerah lainnya dalam menghadapi persoalan serupa, khususnya terkait permasalahan sensitif yang berkenaan dengan kehidupan berbangsa. Lakukanlah model atau cara-cara yang mengedepankan pendekatan persuasif, sehingga mampu menemukan solusi yang tepat,” harap Mendagri. info/red