PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Gotong Royong Pendeta dan Penginjil GKPS Memperbaiki Jalan Rusak

aksi sosial1

Medan – Lewat Gerakan Diakonia, para pendeta dan penginjil GKPS melakukan aksi gotong royong merawat jalan yang rusak Lintas Siantar – Saribudolok, berjarak kurang lebih 67 km, yang  banyak mengalami kerusakan di berbagai titik, seperti di wilayah Panombeian Panei sampai Panei Tongah, Raya Bayu sampai Goting Raya dan Sintaraya sampai Tiga Runggu adalah yang paling parah.

Gotong royong yang dimaksud dengan cara menyisipkan batu padas dan sirtu (batu pasir) ke jalan-jalan yang berlubang. Membiayai gerakan ini, khususnya untuk membeli batu padas dan sirtu (pasir batu), Pendeta-Penginjil dan seluruh simpatisan merogoh uang pribadi masing-masing untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan yang diperlukan dalam aksi.

Pelaksanaan aksi Gerakan Pendeta-Penginjil Berdiakonia dilakukan di titik-titik kerusakan terparah sepanjang jalan lintas Sumatera dari Siantar-Seribudolog. Senin (14/6), di jalan lintas Sumatera sekitar Kecamatan Panombeian Panei dan Kecamatan Panei. Selasa (15/6), di jalan lintas Sumatera sekitar Kecamatan Raya (Raya Bayu) sampai Kecamatan Dolog Masagal (Gonting Raya). Rabu (16/6), di jalan lintas Sumatera sekitar Kecamatan Purba (Sinta Raya-Tigarunggu).

Peserta Gerakan Pendeta-Penginjil Berdiakonia adalah seluruh Pendeta-Penginjil, Vikar Pendeta, Magang Pendeta, dan sebahagian Majelis Jemaat yang tergabung dari beberapa Distrik di GKPS, diantaranya GKPS Distrik I (Pematangsiantar), GKPS Distrik II (Pamatang Raya), GKPS Distrik III (Saribudolog), GKPS Distrik V (Tebing), GKPS Distrik IX (Sidamanik).

Kordinator lapangan Gerakan Diakonia Pdt. Jhon Winsyah Raja Saragih, mengatakan, aksi ini lahir dari keprihatinan sosial terhadap kerusakan jalan di Kabupaten Simalungun, khususnya jalan lintas Sumatera yang telah memberikan dampak negatif bagi kehidupan masyarakat Simalungun. Selain itu, untuk mengkritisi pihak-pihak yang bertanggungjawab, juga sebuah proses edukasi kepada masyarakat bahwa mereka juga ikut bertanggung jawab dalam pemeliharaan-perbaikan jalan.

Gerakan Diakonia ini juga bertujuan untuk mendesak kebun PTP IV Bah Jambi unit Marjandi agar segera memberikan solusi atas penanganan banjir yang sering terjadi disekitar Panei Tongah, terkhusus saat musim hujan. Harapan ini disampaikan, karena disinyalir bahwa penyebab banjir di sekitar Panei Tongah adalah bersumber dari air yang meluap pada musim hujan dari perkebunan sawit tersebut.

Melalui Gerakan Diakonia merawat jalan ini diharapkan ke depan seluruh lapisan masyarakat mau memberikan perhatian terhadap pemeliharaan jalan. Demikian juga seluruh inter denominasi gereja yang ada di Kabupaten Simalungun, kiranya dapat terpanggil untuk terjun dan turun secara langsung untuk bekerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat dalam perbaikan jalan.

“Kewajiban ini harus dilakukan gereja sebagai perpanjangan tangan Kristus di dunia, yang harus terlibat dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat. Para Pendeta-Penginjil, tidak hanya menyampaikan khotbah di mimbar-mimbar gereja, tetapi juga di mimbar kehidupan nyata para jemaatnya,” tandas Pdt. Jhon Winsyah.

Rencananya gerakan ini tidak hanya sampai di sini saja, akan ada tahap kedua yang direncanakan dalam bentuk gerakan yang lebih besar dan luas melibatkan melibatkan seluruh pihak masyarakat dan gereja yang ada di Kabupaten Simalungun. info/red