PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Begini Cara SDN Rawasari 05 Terapkan Blended Learning Selama PTM Jakarta

pembelajaran tatap muka
pembelajaran tatap muka

Surabaya, Pustakalewi.com – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rawasari 05 Jakarta Pusat merupakan salah satu dari 226 sekolah yang diperbolehkan Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) mulai hari ini, 6 Juni hingga 29 Juni 2021 mendatang. Kali ini merupakan kesempatan kedua bagi SDN Rawasari 05, setelah sebelumnya juga mengikut PTM pada April lalu.

Yang menarik, SDN Rawasari 05 sudah menerapkan sistem blended learning atau pembelajaran gabungan antara online dan offline. Dengan sistem blended learning ini, maka sebagian siswa belajar di sekolah dan sebagian lagi belajar dari rumah.

Humas PTM SDN Rawasari 05 Virda Septriana mengatakan, dalam blended learning ini, pihak sekolah meminjamkan handphone atau tap kepada kepada masing-masing murid yang belajar dari rumah. Handphone atau tap tersebut akan dipakai pada saat PTM sehingga keberadaan murid bisa terpantau.

“Jadi, pada saat PTM, murid yang belajar dari rumah akan memegang 2 handphone, yakni handphone miliknya yang akan digunakan untuk mengerjakan tugas dan handphone dari sekolah untuk on video sehingga bisa terpantau oleh guru dari sekolah,” ujar Virda, Rabu (9/6/2021).

Virda mengatakan, kelas yang digunakan untuk PTM ada di lantai 2 sekolah. Sementara ruangan untuk memantau para murid yang ikut belajar dari rumah berada di lantai 1. Di ruangan lantai 1 tersebut terdapat proyektor untuk menampilkan google meet sehingga bisa mengetahui posisi murid rumah.

“Misalnya hari ini ada 14 siswa yang ikut PTM di sekolah, dan ada 18 dari rumah. Yang 18 harus on video menggunakan handphone atau tap yang kita pinjamkan tadi. Sementara handphone mereka digunakan untuk mengerjakan tugas. Yang 18 belajar dari harus ikut pembelajaran sama dengan yang 14 di sekolah, dengan menggunakan seragam lengkap. Tetapi karena sinyal, ada beberapa yang tidak muncul di layar proyektor kita,” terang Virda.

Lebih lanjut, Virda mengatakan pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat mulai dari ketika murid masuk ke sekolah, pada saat pembelajaran dan hingga pulang sekolah. Ketika murid datang, harus sudah wajib memakai masker dan faceshield.

“Ketika tiba harus cek suhu tubuh, lalu mencuci tangan. Kursi-kursi di ruang kelas juga sudah diatur sehingga berjarak satu sama lain. Guru-guru juga memakai masker dan faceshield serta alhamdullilah, guru-guru di sini sudah divaksin semuanya, baik tahap 1 dan 2. Orang tua yang mengantar murid hanya sampai di gerbang dan tidak diperbolehkan berada di sekitar lingkungan sekolah selama PTM berlangsung,” pungkas Virda.info/red