PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Sound of Borobudur Wujudkan Kembali Alat Musik dari Relief

Sound Of Borobudur

Surabaya – Pada pahatan relief Candi Borobudur terdapat 220 relief instrumen musik di 44 panel relief, yang sebagian besar masih ada dan masih dimainkan, tersebar di 34 provinsi di Indonesia dan di lebih dari 40 negara di dunia.

Dalam panel relief terdapat komponen alat-alat musik kategori cordophone, ideophone, membranophone dan aerophone yang memenuhi segenap persyaratan sebagai musik modern.

Disimpulkaan bahwa pada abad ke-8, bangsa ini sudah mengenal komposisi, aransemen, orkestrasi, dan segenap aspek musikal modern. Jauh sebelum bangsa Eropa melahirkan musik orkestra di abad ke 15-16.

Dari total 226 alat musik dalam relief candi, beberapa alat musik dawai yang saat ini sudah tidak ada kembali dibuat ulang, namun disesuaikan dengan gambar yang terpahat dalam relief Candi Borobudur.

Alat musik berdawai tersebut dibuat oleh seorang luthier profesional demi mendapatkan dawai dengan standarisasi Concert Grade.

Para musisi ternama tanah air serta beberapa pegiat budaya nusantara, diantaranya; Trie Utami, Dewa Budjana dan Purwa Tjaraka mewujudkan dalam Sound of Borobudur merupakan rekonstruksi alat musik dari relief situs warisan dunia kebanggaan bangsa.

Gerakan menghidupkan kembali alat-alat musik dalam relief Candi Borobudur dari abad ke-8 untuk dimainkan dalam pertunjukan orkestra megah. Sound of Borobudur pertama kali dipertunjukkan di Borobudur Cultural Feast pada tahun 2016.

Sound of Borobudur juga membuat ulang alat-alat musik yang sudah tidak ada, dengan menyesuaikan gambar yang terpahat di relief candi. Saat ini telah terkumpul 195 instrumen yang dapat dimainkan dalam komposisi musik.

Pertunjukan musik orkestra Sound of Borobudur menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Borobudur. Agenda terdekat dari Sound of Borobudur adalah Music Over Nations yang diadakan bulan Juni.info/red