PUSTAKALEWI NEWS

Progresif dalam Pemikiran, Pluralis dalam Pemberitaan

Kasus Covid-19 meningkat, Pemkot Surabaya lakukan penyekatan di kaki Suramadu

Walikota dan Kapolrestabes Perak

Surabaya – Meningkatnya Kasus Covid-19 di Madura membuat Pemkot Surabaya mengambil langkah dengan melakukan penyekatan di pintu keluar Suramadu menuju Surabaya, (6/5).

Para pengendara yang melakukan perjalanan menuju Surabaya, mengikuti swab antigen. Langkah ini sebagai bentuk perhatian kepada warga Surabaya demi menekan laju penyebaran Covid19.

Selain Suramadu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Kapolres Tanjung Perak Surabaya juga meninjau Pelabuhan Tanjung Perak. Disana dilakukan koordinasi dengan petugas agar para penumpang kapal bisa menunjukkan bukti surat negatif antigen dua arah.

Data terakhir pada jam 17.09 WIB (6/5), terdapat 70 pasien positif ditemukan usai dilakukan swab antigen terhadap R2 maupun R4.

“Karena ada lonjakan di Bangkalan Madura, sehingga Pemkot melakukan swab antigen,” kata Cak Eri

Cak Eri menmbahkan telah berkoordinasi dengan Gubernur, Kapolda dan Kapolres untuk dilakukan penyekatan dengan antigen.

Jika hasilnya negatif, diperbolehkan lanjut masuk ke Kota Surabaya, ujarnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, informasi dari Walikota Surabaya serta tim yang bertugas di lapangan hari ini dari 2.401 swab antigen secara acak ditemukan 70 orang reaktif, dan 17 orang terkonfirmasi positif covid-19 yang langsung dirujuk ke RS Darurat Lapangan dan RS Haji Surabaya.

“Mobilitas antara Surabaya dan Madura di Jembatan Suramadu ini kan tinggi sekali, Pemprov bersama Pemkot Surabaya sepakat agar diterapkan screening swab antigen acak. Karena Surabaya ibu kota provinsi, sehingga potensi interaksi akan lebih tinggi dangan kabupaten kota lainnya. Maka kita mencegah adanya lonjakan yang lebih tinggi dengan swab antigen drive through ini,” ujar Khofifah.

Untuk itu, saat ini Pemprov Jatim menyiapkan tempat transit bagi masyarakat yang terdeteksi reaktif covid-19 setelah di swab antigen di Suramadu. Untuk Surabaya, tempat transit yang disiapkan adalah di halaman BPWS.

Pemprov Jatim telah mendapatkan izin dan persetujuan penggunaan kantor tersebut dari Kementerian PUPR untuk tempat transit tersebut.

Dengan begitu, mereka yang terdeteksi reaktif dalam screening dan kondisinya tanpa gejala atau gejala ringan sampai sedang, akan dilakukan perawatan dan isolasi di RS Darurat Indrapura. Sedangkan yang ada gejala sedang sampai berat akan dirujuk ke RS dr Soetomo atau rumah sakit rujukan terdekat lainnya.

Screening ini dilakukan bersama Pemkot Surabaya, Polrestabes Surabaya dan Korem Bhaskara Jaya. Pemprov bersama Kodam dan Polda akan sinergi nenangani hal ini.

“Oleh sebab itu, jika ada yang perjalanannya terganggu kami memohon maaf. Namun yang harus kita ingat bersama, ini semua kita lakukan demi kebaikan dan keselamatan bersama,” pungkas Gubernur Khofifah.info/red